Judulnya serem ya? Tuhan ada banyak, karena tiap agama Tuhan nya berbeda . Ini konsep yang kadang ditangkap oleh anak - anak yang bersekolah di sekolah sekuler. Dimana mereka akan bergaul dengan berbagai macam anak yang berbeda keyakinan. Bisa jadi juga pertanyaan ini timbul dari anak yang bersekolah di yayasan yang berbasis keagamaan kemudian melihat ada anak beragama lain yang bersekolah disitu atau justru pertanyaan ini muncul karena anak yang berbeda keyakinan itu mengikuti pelajaran agama sesuai dengan basis yayasan keagamaan tersebut (ini sudah termasuk persetujuan dari awal antara sekolah dan orang tua murid).
Artikel ini saya tujukan untuk para orang tua yang mungkin mendengar pertanyaan serupa dari anak - anaknya. "Mami, kenapa Tuhan orang Islam atau orang Budha itu bukan Tuhan Yesus?" atau mungkin seperti salah satu murid saya yang ketika saya menjelaskan tentang God and Goddesses di kelas Social Studies, tiba - tiba mempunyai konsep bahwa Tuhan itu banyak sekali.
Ini adalah pertanyaaan yang sangat CERDAS. Seharusnya kita bangga bahwa anak kita bisa berpikir sekritis itu dan ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan bila orang tua atau guru bisa menjelaskan konsep Tuhan dengan bahasa anak - anak. Di artikel ini, saya ingin berbagi bagaimana mentransfer bahasa Adult tentang konsep Tuhan ke bahasa yang lebih mudah diterima oleh anak - anak. Seiring bertambahnya usia, dengan bimbingan orang tua, anak - anak akan mulai menganalisa sendiri dan juga menyimpulkan jawaban dari semua rasa ingin tahunya. Karena memang begitulah manusia, makhluk yang tingkat ke kepo an nya itu sangat tinggi. Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua mengarahkan ke arah yang positif.
Nah, untuk menjawab pertanyaan kenapa agama dan Tuhan ada banyak, mari kita ajak anak - anak untuk berpikir dulu. Anak, begitu keluar dari lingkup rumah, mereka akan mulai menyadari bahwa ada banyak ragam anak, mulai dari warna kulit, dialek, sifat dan cara mereka beribadah. Kita bisa mulai menjelaskan ke anak bahwa dunia ini sangat luas, dan semua orang mencari Tuhan dengan cara berbeda - beda, tetapi tujuan mereka sama, yaitu mencari ketenangan hidup dan kebahagiaan yang hakiki. Jelaskan kepada anak bahwa perbedaan ini yang jutru memperkaya kehidupan manusia. Tentu sebagai orang tua, kita selalu mengajarkan hal - hal baik kepada anak - anak kita, kan? Dan salah satunya adalah bagaimana kita bisa menerima perbedaan dan menghargainya.
Kedua, karena manusia mencari Tuhan sebagai jalan mendapatkan ketenangan hidup dan kebahagiaan yang hakiki, maka dengan kata lain agama menjadi pegangan hidup umat manusia dalam menjalani kehidupannya dan agama ini diwariskan dan diajarkan secara turun - temurun.
Agama tumbuh melalui peradaban. Jadi agama ini sudah ada dari jaman dulu, ribuan tahun lalu, meskipun namanya belum terdefinisi seperti di jaman sekarang. Karena itu salah satu pentingnya pelajaran Social Studies adalah membantu anak untuk mengerti konsep - konsep Ketuhanan yang masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Ribuan tahun lalu, manusia menyembah dan meyakini God and Goddeses, yang dalam masa sekarang kita terjemahkan sebagai Dewa dan Dewi. Ada Dewa Matahari, Dewi Bulan dan lainnya. Seiring peradaban dan meningkatnya pengetahuan manusia, maka masuklah konsep agama Islam, Kristen, Budha, Hindu dan agama lainnya.
Kenapa bisa ada konsep agama begitu banyak? Karena itu tadi, kenyataan bahwa rasa ingin tau manusia itu sangat tinggi. Ada banyak hal di alam semesta yang sampai sekarang belum kita ketahui jawabannya. Karena itu manusia mempunyai CARA YANG BERBEDA - BEDA dalam memecahkan dan mencari jawabannya. Di setiap peradaban yang selalu berkembang, manusia mempunyai keingintahuan yang berbeda, dan cara mencari jawabannya juga berbeda. Itulah kenapa agama ada banyak.
Yang paling penting adalah, kita meyakini apa yang sudah menjadi keyakinan kita, dan kita harus menghormati keyakinan orang lain. Kita tidak bisa menghakimi orang lain salah dan kitalah yang benar. Karena kita tidak akan pernah tahu, kehidupan seperti apa yang dijalani oleh orang lain tersebut.
Jadi karena agama ada banyak berarti Tuhan ada banyak juga? Atau Tuhan hanya satu tetapi orang - orang menyebutnya berbeda - beda sesuai agamanya? Nah, bila anak anda menanyakan hal ini, cukup katakan bahwa yang cukup dia tahu ada Tuhan yang dia yakini, dan jadikan itu sebagai pegangan hidupnya. Katakan padanya, bahwa tidak semua pertanyaan bisa dijawab saat ini. Katakan padanya bahwa seiring waktu dan dia menjadi dewasa nanti, dia akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan bergaul dengan teman - teman yang bisa diajak berdiskusi mengenai hal ini. Ketika itu dia akan sadar, bahwa yang dia tanyakan adalah filsafat.
Terakhir, katakan pada anak, bahwa hidup itu adalah pembelajaran. Sampai kapanpun kita akan terus belajar memahami kehidupan.
Nah, semoga penjelasan ini membantu. Ini adalah pengalaman pribadi saya sebetulnya ketika saya masih anak - anak dan menanyakan hal yang sama pada orang tua saya. Apapun keyakinan kita dan bagaimanpun cara kita menyembah Tuhan, hal itu harus menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik. Selamat Belajar! 😊😊😊
No comments:
Post a Comment