Friday, 31 December 2021

The Benefit of Making a Past Year Review


HOLLAAAA...

HAPPY NEW YEAR 2022! Nice numbers, isn't it? I wish we will get a very nice moment and achieve more this year. 

I usually write a New Year Resolution for myself, but this time I want to make a Past Year Review instead. What is a past year's review? It's a review of the last new year's resolution. So It's better to look back at this link before we go on. 

Check this out: https://deearsdiary.blogspot.com/2021/01/2021-my-new-years-resolutions.html 

If you open the link, you will see that I have written many points that I wanted to achieve in 2021. Now, I will make a review of whether I succeeded in achieving each point or not, including the reasons. So, here is the list:

1. Spend more time with my Dad and Mom at least through video calls.

I called them not only every weekend but anytime. 

2. Hit the gym every day and eat only what my body needs.

Hmm...this one is so difficult to achieve. Well, I know it sounds cliche, but I did really miss many opportunities in the middle of the year because of the second wave of the pandemic. The gym has been closed again and so has the gym in my apartment. I gain 4 kgs. However, I kept toning my muscles at home and maintaining clean eating. I tried the Keto diet but it seems it's not suitable for me. I collapsed after three weeks. Now, I get back to the treadmill at least 30 - 40 minutes every day. I am happy with my body.

3. Perform a more healthy life, such as sleep more. Make a general check-up especially for my teeth and eyes. 

I slept regularly, but I haven't got time to check my eyes and teeth. It's the thing that I need to do this year.  

4. Blogging at weekend. 

Though I didn't write a new post, I made a blog walking every weekend to get to know more people in the community.

5. Be a good wife. 

I have got married in August and we are so happy because I am able to balance my role as a working woman and a wife. My husband is not a typical man who puts all his life on social media. This is because of his cultural background. I have his family on social media and they almost never expose their face there. He expects me to do the same. I follow his suggestion because it is good actually to keep most parts of our private life for ourselves. However, since I am growing a business, I need to appear sometimes and I discussed with him first for sure. I do this because I respect him as my husband. I respect his point of view and he does the same to mine. So, everything is based on discussion. 

6. Learn to be a better human being with good characters based on my belief. I would like to use my social media to inspire people not only visually, but on how we see ourselves and see the world. 

I am not Mario Teguh, but I have my own fans who have the same point of view in seeing life, and sharing with them is enough for me. I have got an offer to be a teachergram from an agency after they knew that there are some celebgrams in my big family, but I am not the kind. That's not my calling at all. 

7. Accomplish my Spanish at least level A2.

I haven't got time to continue my lessons as well and I've forgotten some vocabulary already.😅😅

8. Be a better teacher with a good output that will be reflected in my students' achievements. 

So far, I can see significant progress from my students. I know it takes time but I am sure they will make the target with my help. 

9. Spend more time with my family. 

My husband is a type that has to be the center of everything, so I spent most of my time with him. Unless he needed to fly out, we would be seen together everywhere always.

10. Make a youtube channel for my business. 

I don't think I will make it. My husband doesn't want us to be exposed too much, even for a photo sometimes he makes a complaint. 😝

11. Make a 'revenge' on a woman who has humiliated me somewhat how. LOL 

When I wrote that, actually I never meant it. I tend to ignore a person who did bad things to me. Anyway, I believe when someone did bad things to others, she will get enough lessons in the end.

12. Prepare all I need if I have to move out from Jakarta. Moving places is never easy. It needs a very well plan and preps. 

There are many Plan B's that we have made in case this pandemic is over, but until now we hang on with what we have and do with what we can do. Life is so unpredictable at the moment. Now, with the new Unicorn case - it sounds similar 😁😅 - Indonesia is facing the third wave of pandemics. The economic situation is really bad. I do hope that the government takes - not only a fast- but an effective action to help the citizens to overcome any impacts of the pandemics. 

So, basically, I have five points that I have failed to achieve last year, but I will make it this year. Plus, I want to publish a book, so I hope I can finish it this year. This is actually also one of my dreams besides having my own brand of a language course. One accomplishment that makes me happy is the fact that Andiamo survives during these hard times. We never know what will happen next. So, I am ready and well-prepared with the worst; my marriage, my work, maybe losing family....who knows?! All we can do are: pray and do our best in doing things in this life.

So, that's how we make the Past Year Review. We can see our weaknesses and review in which part we haven't put enough effort to achieve. Why don't you try it and motivate yourself more this year to make all your dreams come true! 😍💖


Cheers,
XoXo
Dee

Monday, 27 December 2021

Recipe: Chicken Marinade (with Lemon and Coriander Seeds)


Haiiiii Deears!

Bosan sama olahan ayam yang itu-itu aja? Tenang deears, kali ini aku mau bagi resep yang sebetulnya hasil modifikasi dari resep yang sudah ada sebelumnya. Biasanya, banyak orang Indonesia yang memanggang atau membakar ayam dengan lada sebagai bumbu utama. Selama ini suamiku (yang notabene adalah bule) bisa dibilang tidak makan nasi. Sehingga untuk urusan makan, aku bergantung pada roti dan daging. Sebagai sama - sama gym freak dan juga kebetulan dia seorang body builder, maka asupan makanan adalah hal yang menjadi concern utama setiap harinya. 

Di Indonesia, sumber protein yang paling mudah diolah (dan harganya terjangkau) adalah telur dan ayam. Make sure untuk pilih ayam kampung yang bebas obat. Nah, my husband ini selalu request grilled chicken. Cuma lama - lama aku kok bosan sama resep ayam yang di marinasi dengan lada, lemon dan cumin (jintan). So, suatu hari diam - diam aku ganti lada ini dengan corriander seeds (ketumbar) tanpa bilang sama dia. Proses masaknya sama. Bahannya juga sama, hanya aku tidak pakai jintan. Ehhh....dia suka lho. Malah dia bilang, dia lebih suka versi ketumbar daripada lada. So deears, aku coba share resepnya yah. Siapa tau nih ada yang lagi diet juga. Resep ini sangat gampang dibuat dan bisa tahan di kulkas sekitar seminggu lho. Sebetulnya, ini rasanya mirip dengan ayam goreng bawang putih ala Manado - secara ada juga yang menambahkan ketumbar di resep itu - cuma ini di panggang. Teknik marinasi juga perlu diperhatikan agar menghasilkan ayam yang rempahnya berasa dan JUICY. So chek this out!

Bahan:

Dada ayam tanpa tulang/ Ayam fillet: 500 gram
Ketumbar: 1 sendok makan
Bawang putih: 6 siung
Lemon: 1 buah ukuran besar
Cuka putih: 1 sendok makan
Garam: secukupnya
Penyedap rasa : secukupnya
Air: 2 sendok makan
Margarin/Mentega: secukupnya

Cara Memasak:

1. Cuci bersih ayam fillet dan sisihkan di piring lebar. Kalau kamu pilih dada ayam tanpa tulang, pastikan untuk membelahnya menjadi lebih tipis agar bumbu meresap lebih merata. Kita akan grill daging ayam ini dengan wajan teflon ya dears, bukan dengan oven. Jadi daging ayamnya nggak boleh tebel - tebel karena nanti susah matengnya.           

2. Haluskan semua bumbu. 

3. Tuang bumbu dalam mangkok. Campur dengan perasan lemon, air, cuka, garam, gula dan penyedap rasa.

4. Siram campuran bumbu ini ke si ayam dan tekan sedikit agar bumbu meresap. Pindahkan ayam ke dalam pinggan/mangkok/lunch box/zip bag dan diamkan di kulkas selama 1 jam atau semalaman. Ingat yah, tutup si ayamnya.     



5. Siapkan wajan anti lengket. Baluri dengan margarin atau mentega. Tunggu sampai betul - betul panas, sementara itu pastikan ayamnya tidak belepotan bumbu. Keringkan ayam sedikit dengan cara diletakkan di piring dan ditekan - tekan sedikit. Kalau ayam basah dan berbumbu nanti ayamnya bau gosong.

Nah, ayam bisa menjadi juicy karena marinadenya kita campur dengan air. Kemudian agar bumbu lebih meresap, pastikan container tertutup rapat. Container yang paling bagus adalah zipper plastic bag. 

Garam juga tidak perlu banyak - banyak, kalau kurang asin nanti setelah matang bisa sprinkle sedikit salt lagi. Nah, itu dia resep ayam marinasi lemon dan ketumbar. Selamat mencoba yaaa...

XoXo
Dee

Tuesday, 21 December 2021

Kalau Marshanda Bisa, Kenapa Kita Nggak?!

 Hi Deears,

I hope you are all well. Kali ini aku mau berbagi opini mengenai well-being. Topiknya adalah mencintai diri kita sendiri dan menjadi a better version of you. Menjadi versi terbaik sesuai standar kita masing - masing dan bukan menurut standar orang lain. 

"Jadi perempuan itu harus begini, nggak boleh begitu!" Pernah kan mendengar kalimat ini? Mereka yang tumbuh di lingkungan konvensional pasti sangat akrab dengan berbagai stereotype tentang bagaimana menjadi perempuan yang baik. Begitu banyaknya tekanan sosial dari masyarakat, sehingga ketika seorang perempuan 'keluar' dari tatanan yang diimani tersebut, maka dia akan dihakimi beramai - ramai sebagai seorang perempuan yang tidak tahu adat. Ooppss...jangan dikira kita semua sudah berpikiran terbuka lho. Bahkan, seorang yang dari luar terlihat sangat modernpun, belum tentu seratus persen merdeka dari tekanan sosial semacam ini. Apa yang terjadi kemudian adalah alam bawah sadar kemudian akan membawa kita untuk menyesuaikan diri menjadi seperti yang diinginkan oleh masyarakat tersebut. Sehatkah ini? Tidak. Karena sebuah perubahan akan menjadi sehat apabila dilakukan dengan sadar tanpa paksaan dan hanya karena dia paham bahwa dia berubah untuk kebaikannya sendiri, dan bukannya berubah karena orang lain atau agar diterima oleh masyarakat tersebut. 

Jadi bagaimana agar kita bisa mengembangkan pribadi kita menjadi lebih baik sesuai standar kita sendiri? Berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa dipahami dan dicoba.

1. Menerima Kekurangan Diri Sendiri

Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Ingat artis Marshanda kan? Angkat jempol untuk artis yang berjuang dengan kondisi Bipolarnya ini. Semua orang menyebut dia sebagai orang gila ketika video joged dan ngomel - ngomel nya viral di media beberapa tahun silam. Tapi lihat dia sekarang dengan begitu banyak pemujanya. She can cope very well with it. Bahkan dia mengkampanyekan 'body positivity' berkenaan dengan pertambahan berat badannya akibat konsumsi obat2an untuk penderita Bipolar. Kita tidak boleh begitu saja termakan dengan standar cantik dari masyarakat Indonesia. Cantik itu putih, langsing, perut rata gigi putih tinggi dan lain sebagainya. Well, banyak perempuan bertubuh curvy atau dengan berat badan berlebih, mati-matian diet dan olahraga sampai merasa tersiksa dan akhirnya nggak happy. Jadi bagaimana? Apa kita nggak boleh diet? Nggak boleh ke salon? Nggak boleh usaha buat putih? BOLEH. Cuma ada tapi-nya. Tapi lakukan itu bukan karena stigma dari masyarakat. Lakukan itu karena memang benar - benar membutuhkannya. Mereka yang harus mengurangi berat badan karena susah cari pakaian, susah gerak, atau alasan kesehatan, tentunya adalah hal yang masuk akal ketimbang mereka yang diet karena takut ditinggal pasangan; atau parahnya lagi, karena takut di cap gendut. Jadi pastikan untuk bisa menerima kekurangan dan justru menjadikannya sebagai sebuah point tersendiri yang membuat orang tau keunikan kita. Banyak orang sukses berbadan "lebih" yang tetap fashionable dan percaya diri di luar sana. So, be one!

2.  Mandiri

Jangan pernah terpengaruh oleh omongan orang lain yang mengecilkan impian ataupun berbisik - bisik dibelakang kita. Tetap fokus pada tujuan, tutup mata dan telinga untuk hal yang akan menghambatmu untuk maju. Kalau ada kegagalan, belajarlah dari kegagalan itu. Sisihkan waktu untuk membaca setiap harinya. Keeping up with the world. Update ourselves with the news. Jangan pernah takut untuk menjadi mandiri dan menyuarakan opini kita. Ada banyak perempuan yang setelah menikah memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Tidak salah tentunya, asal jangan sampai menjadi tergantung pada suami dalam segala hal. Tetaplah menyisihkan waktu untuk menjadi diri sendiri. Ketika kita menikah pasti tidak terpikir bahwa akan terjadi perceraian atau suami meninggal dunia mendahului kita, karena itu sebagai perempuan kita tetap harus selalu mandiri, agar tidak depresi ketika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Mandiri bukan berarti tidak ada saat dimana kita butuh bantuan. Ketika kita merasa tidak bisa menyikapi sebuah situasi, ada baiknya kita berkonsultasi pada orang yang memang ahli dibidangnya.

3. Tau apa yang kita inginkan

Seorang perempuan sejati tahu pasti apa yang diinginkannya. Jadi, kita harus paham apa sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini. Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia adalah hal yang sangat penting; memasak, melukis, massage, mewarnai rambut atau kuku, shopping atau bahkan sekedar window shopping saja sudah menjadi sebuah hal yang memperkaya jiwa kita. Untuk menjadi pribadi yang kuat dan lebih baik, kita harus bisa mengambil keputusan dalam hidup kita atas dasar kesadaran dan pertimbangan yang kita buat sendiri. 

Kadangkala memang tinggal di tengah masyarakat dengan pikiran yang masih belum terbuka memang sulit. Tapi, sekali lagi, jangan biarkan kita menjadi terbawa untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan; memenuhi standar mereka. Jadilah apapun sesuai dengan standar yang kita buat sendiri. Jangan lupa untuk mendukung satu sama lain sebagai sesama perempuan. Spread the good things; wherever..whenever. Ingat, kalau Marshanda yang pernah kacau saja bisa bangkit menjadi a very inspirative woman..,why don't we?

XoXo
Dee


Saturday, 18 September 2021

Berdamai Dengan Diri Sendiri

 


Hi Deears,

Apakah kamu sudah bersyukur hari ini? Apa saja yang kamu syukuri? Coba pikir sebentar, dari hal - hal kecil sampai hal - hal besar. Ketika kita bersyukur, hidup kita menjadi damai. Iya kan? Tapi ternyata banyak sekali orang yang masih belum merasa damai dalam hidupnya. Padahal dia berkelimpahan harta, berwajah cantik atau ganteng, tapi masih saja dia bilang bahwa dia tidak bahagia. Kenapa ya? I am trying to convey my opinion about it in this article. 

One day, ada teman yang bertanya pada saya, kenapa saya masih muda tapi pemikiran saya sudah seperti orang tua (yang dimaksud orang tua adalah beliau - beliau yang sudah berumur 60 tahun ke atas). Lalu saya bertanya pemikiran saya yang mana yang dimaksud. Ternyata maksud dia adalah tentang menjadi ikhlas menjalani kehidupan, sehingga saya selalu damai dan bahagia. Saya tersenyum karena sebetulnya sayapun masih belajar tentang keihlasan ini. Tanpa bermaksud menggurui, saya mau berbagi poin dari percakapan saya dengan teman saya (yang memang jauh lebih muda dari saya) tentang keihklasan. 

Sebagai manusia yang beriman dan ber-Tuhan, kita harus punya konsep bahwa Tuhan selalu mengasihi kita. Jadi jangan pernah protes 'Kenapa hidupku susah?' dan kemudian menyalahkan Tuhan. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita. Bahkan ketika kita seorang pendosa, Tuhan tak pernah meninggalkan kita. Tuhan tetap mengasihi kita, karena Tuhan tetap menunggu pertobatan kita dan pasti kita dimaafkan. 

Kenapa hidup susah? Kenapa selalu gagal? Mungkin kita harus kembali lagi melihat proses kita mencapai tujuan kita. Kebanyakan yang kurang bisa menerima kegagalan itu memang yang masih muda - muda. Karena biasanya mereka di umur yang masih sangat produktif itu menganggap kesusksesan dalam hidupnya adalah sebuah kompetisi dengan orang lain. Bisa jadi dalam hal cinta pun juga begitu. Melakukan segala cara untuk bisa menyingkirkan saingan dalam mendapatkan pasangan. Waduh...jangan ya hahahha. Sementara orang yang sudah tua (berikutnya saya akan pakai istilah seniors), karena memang masa produktifnya sudah lewat, jadi biasanya cara mereka menjalani hiduppun dengan lebih ikhlas dan legowo. 

Nah, saya tidak menyarankan orang muda untuk bergaya seperti para seniors itu ya...Tapi, pemikiran soal hal ikhlas dari para seniors ini bisa kita tiru lho. Caranya bagaimana? Tidak sulit kok. 

Pertama, ketika kita mempunyai sebuah tujuan maka kita harus pastikan bahwa kita tahu pasti langkah - langkah dalam mencapai tujuan itu dan bahwa kita mampu untuk mencapainya. Kalau sudah teliti dan hati - hati tapi masih gagal, maka jangan menyalahkan orang lain dengan mengatakan 'Seharusnya kamu...' atau menyalahkan Tuhan. Kecewa pasti dan itu boleh banget ya....tapi kita harus bisa mengekspresikan rasa kecewa itu dengan prilaku yang positif. Yaitu, menerima bahwa segala sesuatu terjadi atas seijin Tuhan. Bukankah Tuhan Maha Tahu? Jadi Tuhan dari awal memang sudah tahu bahwa kita akan gagal dalam usaha - usaha kita. Pasti Tuhan punya maksud baik. Karena itu, kita harus sabar dan ikhlas menerima kegagalan itu. Sehingga kita pada akhirnya bisa berdamai dengan diri kita sendiri. Gagal, santai saja dan coba lagi. Jangan menyerah.

Kedua, hiduplah sesuai kemampuan. Jangan pernah menyamakan standar hidup orang lain dengan standar hidup kita. Karena bila kita menggunakan standar hidup orang lain untuk mengukur kesuksesan kita, itu tidak bijak. Bisa membuat kita jadi sombong melihat mereka yang kurang dari kita atau justru membuat kita terengah - engah mengejar banyak hal agar kita sama dengan orang lain yang standar hidupnya lebih tinggi dari kita. Kalau kita bisa menerima keadaan kita dan menyukurinya, maka hidup kita akan damai dan jauh dari rasa iri. 

Terakhir, kendalikan emosi kita. Kadang kita marah, tetapi orang yang bijak bisa marah dengan elegan. Tidak perlu berteriak - teriak atau bahkan saying bad words. Ada banyak cara marah dengan elegan kok. Contohnya ketika marah kita bisa mainkan tone suara kita menjadi lebih tegas. Poinnya adalah pada cara menyampaikan pesan bahwa kita marah atau ketika kita marah, bukan pada kata - kata yang kita sampaikan. Saya biasa memanggil murid saya dengan nama lengkapnya ketika saya marah. Murid saya semua sudah hafal akan hal ini. Jadi kalau biasanya saya panggil murid saya dengan nick name nya dia, kemudian di suatu saat dia melanggar aturan di kelas, maka saya tak perlu banyak berkata - kata. Saya panggil dia dengan nama lengkap dan tone yang tegas. Maka dia paham, ada suatu hal yang salah. Marah dengan teman atau pasangan? Tidak perlu teriak, ajak diskusi saja, tapi kalau memang hal tersebut tidak penting untuk diperpanjang, maka just ignore and move on. Jangan buang waktu untuk memikirkan hal - hal yang tidak perlu karena masih banyak hal penting dalam hidup kita yang perlu kita urus. 

Ketika kita bisa melakukan ketiga hal tersebut, maka artinya kualitas hidup kita sudah matang, sudah menjadi dewasa. Ingat, kedewasaan itu tidak ada hubungannya dengan umur ya. Nah, seorang yang dewasa akan lebih damai menjalani hidup dan menjadi bahagia. Karena dia sudah dalam tahap bisa berdamai dengan diri sendiri. Sudah bisa menguasai segala perang dalam dirinya sendiri. 

Jadi, apakah kita sudah siap menjadi dewasa?

Happy Weekend

XoXo
Dee

Sunday, 5 September 2021

20 Simple Unnoticeable Things that Make Us Happy

Hi Deears,

How are you this weekend? Happy hopefully, just like what I feel. Happiness is something relative, people said. This opinion is a result of the comparison that each person has a different standard of happiness. Actually, there is a lot of happiness around us in every single moment, but just because maybe they are 'small' and seem not too important so we ignore them. Try to take a look at the list below to see if you also experience them but probably never notice them.

1. Sleep Well

Do you know that out there, there are many people who can not sleep well? So if you can sleep well, that's a little happiness that perhaps you don't realize since it's a routine. 

Avoid screens at least an hour before your sleeping time

2. The Smell of the Coffee in the Morning

Can't resist the happiness from a cup of coffee....

Coffee is my life, anywhere..anytime.
Coffee first then work

3. Bathing and the Smell of the Bath Soap/Oil

Nothing is more relaxing rather than hot water after a long day.

A hot shower makes all tensions gone.

or

A complete mindful bathing


4. Put On Makeup

Happiness is simple. Experiment with your make up, smile and take a selfie.

Take out all of your collection

5. Unboxing Your Package

Waiting for a package? The day when it finally arrived is simple happiness.

So happy when it was delivered, but I've lost it lol

6. Cleaning/Organizing the house/Cozy House

This one is also a happiness, especialy for those who like to live the life in order.





Feel so contented when we see all the things organized well, right? Try Konmari method. It works for me, especially when dealing with the closets and the fridge. There's a term to 'Marie Kondo' the fridge since the founder of this method is Marie Kondo, a Japanesse organizing consultant.

7. Shopping Groceries 

Feel like you want to put them all into your trolley, yes? 

8. Eating Alone But Doesn't Feel Lonely

I do travel for working trips and many times I have to spend my days in a hotel alone, but always I have my husband connected on the phone and if not I have my gadget to entertain me when I enjoy my meal. I never feel lonely. How about you?

Enjoying meal alone..quietly..is a happiness

9. Clean Foodware

Having all clean and organized is happiness

10. Eating Out in a Quiet Place

Dine out. Find a cozy place, not too crowded and enjoy every moments with your family.

Enjoy the mess as well..that's happiness

11. Having Yoga/Pilates Time

Having exercise is good to balance your emotional state.

That sweat is happiness

12. Cooking

One of my hobbies.






13. Enjoying Morning/Evening Walk

Take a walk in the morning and evening, or maybe go jogging. Enjoy nature, smell the fresh air. When it's raining, sit on the porch or balcony or just try to enjoy the sounds of the rain from the window. The smell of the wet soil is also a simple happiness.

My morning walk


14. Enjoying Trip to Your Work

Either you go by car or in a motor, enjoy it. I use online transports every time. It's fast and cheap and I don't need to be stress driving in this crowded city. Enjoy your trip, and have a talk with the driver. 



15. Enjoy Your Work

When you can finish all of your 'to do' list, that's happiness.

Work in harmony with your colleagues is a happiness


16. Listening to Your Favorite Music

Music always colors our life


17. Playing with Your Pets

Having pets releases the stress.


Simba

Bessa

Besso

18. Photographs Moments

Moments, it means your moments of happiness. Take as many pictures as you like. You don't need to publish them always. 

I enjoyed my 'me' time

Travelling 

Staycation

Taking pictures

Flowers indoor

'We' time

Found a feral cat

Our first date with family

Enjoying the feeling of being independent

My 'freedom'

Photo sessions with friends

When in 2011

Snorkeling

When in 2013

19. Reading and Blogging

Those are my hobbies. Sometimes, I go out bringing my notebook instead of my mac and sit for hours just to read or write. 

Staying productive but not in a rush


20. Having People Read My Blog

The last one, happines is when I found you read my blog. How is it? Simple, isn't it? I bet you have also done all of those things, but maybe you don't have enough awareness to enjoy them. Try to feel every single moments more, because happiness is how you can enjoy what you have and be grateful of it. Focus on it more and never envy others. Spread your smile and pray more as well. 

Smile and be happy. Show your Glow



XoXo
Dee



Sunday, 22 August 2021

Review: Scarlet Whitening Body Scrubs Romansa

Hi Deears,

It's nice to see you again in this blog community. These last two months, I found it difficult to write every weekend because I was busy with the papers I needed to prepare to get married. It took my time and consumed my soul emotionally because it's a cross-culture marriage. My husband is an Italo - Egito. Half Italian and half Egyptian. His papers were spread in those two countries so we needed to collect them all and even renewed some of them. Since it was pandemic, he could not fly himself so we needed to ask help from an attorney to taking care of his documents. 

With that stuff and also the fact that I have to adjust to my new job, it's totally impossible to manage my time well. Mostly, at the end of the week, I have to sort out all the things myself and finish my works. Thank God, now after the marriage and after one term, I start to notice the flow at my new work. So, I can establish a new routine. 

I screwed my mind a lot since July. I ignored my health as well (we all know the gym has been closed because of PPKM level 4). I stop moving, stop exercising, stop taking care of my skin as well so that I gained weight by about 8kg. Now I am 78kg. Just in two months. 

One day, when my husband woke up earlier than me, he made me a cup of coffee and teased me "Wow...you are on the way to be like the Michelin man". I know he was just kidding me and he never complained about my body, but then I was thinking that what he said was true. I looked at myself in the mirror and I could see a mess there. My hair looked so bad. It has been cut by a lady who didn't know how to cut it. My skin was dull because I skipped the massage for a couple of weeks. Then, when I was busy cleaning up my bathroom, my eyes got stranded on a blue rack in the corner. It was the place where I put my body scrubs and my aromatherapy. When I opened it, I saw two body scrubs. One of them is Scarlet Body Scrub Romansa. I remember that I have bought some Scarlet products to be given to my friends when they have birthdays. 

I decided to try it. When I opened the lid, I found an aluminum foil covered the cream. The cream itself is a white thick mixture, with lots of scrubs that won't hurt your skin because it is very slippery but do not worry it is not greasy. I scrub my skin slowly and I can see the effect right away. My skin becomes so smooth and I don't need to use any moisturizer anymore. The best thing that I like is the fragrance. It smells so good. 

By today, I have been using the scrubs for two weeks. Well, it does not make my skin getting brightened right away, indeed (and this is not my goal). It does clean my pores very well and makes my skin so moist. The mixture is composed of two main materials; Glutathione and Vitamin E. 

What is Glutathione? Glutathione is a whitening agent, a superhero antioxidant that has the ability to lighten the skin. How about Vitamin - E? This vitamin is needed to moist the skin and give nutrition to it. Feeding the skin with these two agents will glow it and....we are all chasing the glow, aren't we?

To get the maximum benefit from the body scrub, you need to use it regularly. It will not make your skin dry even if you use it twice a day. First, apply to your skin before you wet it. Then, massage your skin gently and leave it for 2 minutes. After that, rinse it cleanly with the body soap. 

This body scrub is sold at a very affordable price (about Rp. 75.000,00) and weighs 250mg. Try yourself and I am sure you will like it. Thanks for reading it.

Stay healthy and happy

XoXo
Dee




Tuesday, 10 August 2021

MERDEKA atau TIDAK? Masih Tentang Senioritas dan Arogansi.

 


Hi Deears,

Indonesia mau ulang tahun bulan ini. Iya, kita mau memperingati hari kemerdekaan Indonesia tanggal tujuhbelas nanti. Tapi kita sebetulnya sudah merdeka belum sih? Pernah merasa di kerjain nggak sama senior kamu, baik di sekolah/perguruan tinggi maupun di kantor? Kamu pelaku senioritas atau korban senioritas? Mau tau kenapa masih banyak orang bermental senioritas seperti itu? Baca sampai habis ya tulisan saya ini. 

Kita tahu bahwa senioritas yang pasti diikuti oleh arogansi adalah sebuah budaya yang telah mengakar cukup lama di Indonesia. Ingat nggak, jaman dulu ada ospek atau PLONCO untuk siswa siswi baru yang sebetulnya tujuannya adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi jatuhnya malah menjadi ajang kakak - kakak kelas untuk menunjukkan senioritasnya. Di beberapa tempat bahkan kemudian acara ospek ini menjadi kebablasan dan berujung kematian. 

Ospek ini ada sejarahnya lho. Jadi bukannya orang Indonesia yang punya ide ospek ini. Sejarah ospek dimulai dari jaman penjajahan Belanda, dilanjutkan penjajahan Jepang sampai kemudian berlanjut ke jaman kemerdekaan. Ospek dikonotasikan sebagai hal yang menyeramkan dimana kakak kelas membentak - bentak juniornya, menggunduli kepala, bahkan ada yang memberlakukan aturan ala militer dengan hukuman - hukuman fisik yang berujung fatal. Setelah banyaknya kasus kematian di dalam masa perploncoan ini, maka ospek atau masa orientasi siswa (MOS) akhirnya sempat dihilangkan. Pemerintah bahkan sempat turun tangan dalam menangani kekerasan oleh senior dalam masa - masa ospek ini. Banyak sekolah dan perguruan tinggi yang kena teguran karena ospek - ospek yang liar. 

Sebetulnya apa sih tujuan ospek itu? Bila kita kembalikan ke tujuan semula, ospek ini bertujuan untuk mengembangkan soft skills siswa baru dan memperkenalkan budaya dan lingkungan sekolah. Jadi seharusnya kegiatannya mengacu pada hal - hal yang berhubungan dengan dua hal tersebut. Eh...tapi kenapa tiba - tiba ngomongin ospek sih? Karena ospek yang salah justru akan men discourage siswa baru instead of motivating mereka secara positive dan ketika mereka menjadi senior, mereka akan membawa mental senioritas ini juga dan akan menjadi penerus kebiasaan ospek yang buruk.

Saya pribadi, dari kecil sudah biasa dididik keras dan disiplin, sekeras apapun ospek yang ada di sekolah dan perguruan tinggi, aku selalu bisa melewatinya tanpa kesulitan. Cuma satu yang ada di kepala saya ketika ospek selesai. I will never be one of those seniors. Ya, saya berjanji tidak akan pernah melanjutkan sikap senioritas itu dalam kehidupan saya.

Ketika kemudian memasuki dunia kerja dan dipercaya menjadi leader, saya tidak pernah menekan kolega yang ada di bawah tanggung jawab saya. Bahkan banyak dari mereka yang sekarang telah menjadi leader juga karena ilmu yang saya bagi dan saya ajarkan pada mereka. Ngomongin ospek di kantor, lalu apa yang harus kamu lakukan kalau kamu ketemu orang macem ini? Yang mungkin ngomongin kamu di belakang atau terang - terangan menyerangmu dengan hal - hal yang sangat annoying atau tidak menyenangkan. Pertama, approach personally. Bila masih tidak ditanggapi maka ada baiknya meminta mediasi dengan HRD. Saya yakin HRD mau membantu mediasi karena memang itu bagian dari tugas mereka. Mediasi ini sebetulnya tujuannya untuk mendengar pendapat satu sama lain ya, jadi ada baiknya membuka percakapan dengan tidak mengatakan hal - hal yang merendahkan pihak lain. Cuma ketika diskusi sama teman - teman yang mempunyai pengalaman yang sama, memang menjaga emosi itu sangat sulit, apalagi kalau sudah terjadi kesalah pahaman. 

Ketika awal percakapan sudah salah, jangan berharap the other side menjadi malaikat. Karena bahkan malaikat pun bukan Tuhan. Orang yang sangat lembut hatipun bisa keluar taring dan jadi monster kalau dibentak - bentak orang lain, sementara duduk permasalahannya kurang jelas. Ada saat dimana seseorang harus menjadi monster untuk mengimbangi lawan bicaranya yang membuka percakapan dengan kalimat yang salah dan tone yang tinggi. Saya pernah menulis bagaimana menyikapi teman - teman yang aneh di kantor kan? Coba baca deh. Nah, kalau kemudian ternyata ada masalah dan itu berulang, berarti masalahnya ada pada bagaimana management mengelola soft skills para karyawannya. Management perlu menciptakan rasa secure pada setiap individu dan mencari tau seberapa takutnya karyawan kehilangan posisi atau pekerjaan sehingga menciptakan kondisi - kondisi yang tidak sehat. Mungkin perlu dipertimbangkan untuk mengadakan webinar well - being khusus untuk karyawan sehingga masing - masing individu bisa medapat pencerahan tentang bagaimana menyikapi permasalahan dalam kehidupannya.

Sebagian cara menjadi host atau senior yang baik adalah dengan selalu available atau welcome newbie bila mereka memerlukan bantuan. Jadi newbie itu tidak mudah lho. Banyak hal yang mereka perlu pelajari dan adjust at the same time. Keadaan makin rumit bila di tempat tersebut masih banyak 'kekacauan' dna komunikasi juga kurang lancar. Jadi alangkan baiknya bisa senior bisa menyediakan waktu dan menunjukkan kepedulian pada si newbie.

Terus gimana caranya jadi newbie yang baik? Berusahalah banyak - banyak mencari informasi tentang kolegamu (secara positive ya) dan budaya tempat kerjamu agar bisa mingle dengan baik. Percayalah ini memang SULIT tapi bukan berarti tidak mungkin. Saya pribadi biasanya observe dulu baru kemudian mengimbangi lawan bicara. Bukan berarti tidak menjadi diri sendiri ya, tetapi dalam era pandemik begini memang cukup sulit mengenal satu sama lain kecuali melalui obrolan pesan elektronik dan social media. Meskipun apa yang nampak di social media tidak menggambarkan seratus persen kebenanaran, tetapi paling tidak kita bisa membaca karakter seseorang dari foto - foto dan kalimat2 yang digunakan dalam setiap postingannya. 

Perselisihan itu hal yang sangat wajar di dunia sekolah maupun di dunia kerja. Bagaimana menyikapi teman yang berselisih? Bersikaplah netral, jangan memanasi atau juga membuat grup yang membela salah satu pihak. Wow, ini mah bakalan hancur dengan sekejap institusinya kalau mempertahankan budaya begini. 

We are coming to work not to have a war with people. Ini motto yang harus terus menerus di sematkan di kepala setiap orang. Isi kepala orang lain - lain, background pendidikan, background budaya dan cara dibesarkanpun juga lain, jadi jangan pernah berharap orang lain dengan mudah bisa memahami anda. Kalau anda berbuat kasar dan orang lain masih bisa ignore kekasaran anda, itu yang hebat bukan anda tetapi orang tersebut, yang berarti lebih mature secara emosi. 

Namanya juga manusia ya, makanya harus terus belajar. Kalau tidak mau belajar stop saja jadi manusia. Again it's about communication. Suami istri saja bisa salah paham apalagi orang yang baru kenal muka di social media. 😂 It is so human asal dari awal tujuannya bukan tentang perploncoan dan arogansi ya. 

Kalau kita mau membuat bangsa menjadi maju, maka mari mulai dari diri sendiri untuk tidak melestarikan budaya - budaya negative seperti senioritas dan arogansi ini. Jaman sudah berubah, cara hidup berubah (apalagi jaman pandemik ini), maka mind set kitapun juga harus kita ubah.

Selamat Ulang Tahun Indonesia. Selamat merayakan hari kemerdekaan. Rayakanlah dengan menjadi merdeka dari hal - hal negative yang merugikan diri sendiri. 

XoXo
Dee

Saturday, 10 July 2021

A Typical Working Day During Pandemic

Hi Deears,

Tak terasa sudah bulan Juli aja yah. Sudah di pertengahan tahun. Perasaan berasa baru kemarin kita rayain pergantian tahun dan sekarag tiba - tiba tahun sudah berjalan separuh dengan situasi yang masih sama, masih WFH dan WFO karena pandemik. Ketika harapan masyarakat sangat besar bahwa pada tahun akademik baru ini sekolah akan mulai dibuka, tiba - tiba kita kena second wave Covid - 19 dimana varian yang baru ini dikatakan lebih berbahaya dan lebih mudah menular ke anak - anak. Akhirnya untuk menekan penyebaran viruspun, pemerintah mengambil kebijakan PPKM darurat dari tanggal 3 - 20 Juli 2021. Kita kembali ke titik nol, dimana semua tempat tutup dan kita kembali bekerja full dari rumah. 

Work From Home, memang sebuah situasi yang tricky untuk sebagian orang. Banyak orang yang sulit mendapatkan vibe atau aura kantor karena fokusnya terbagi dengan situasi rumah. Mungkin apa yang saya share di bawah ini bisa sedikit membantu atau memberikan ide bagaimana kita bisa tetap mendapatkan vibe kantor sehingga kita bisa tetap bekerja secara efektif dan efisien. 

Meskipun WFH, tetapi aku selalu bangun pagi sama seperti halnya ketika aku harus travel ke kantor. Di tempat kerja sebelumnya, karyawan selalu berkumpul untuk berdoa bersama di jam 6.40, sehingga akupun sudah terbiasa bangun pagi meskipun ketika WFH aku tidak langsung mandi pagi. 

Hal pertama yang aku lakukan adalah gosok gigi dan cuci muka. Lalu aku akan membuat kopi dan mencuci apa yang ada di sink apabila aku tidak sempat cuci piring di malam sebelumnya. Kemudian, aku akan mulai buka laptop (biasanya tanpa mandi sih kalau WFH haha..) dan aku akan spend sekitar satu jam melihat video yang aku suka di youtube sambil menikmati kopiku. Aku hobi sama something gore atau misteri, jadi aku biasanya buka channel nya Artocless, Hanifa, Fetra First atau Umbra Skull dan channel serupa. Itu channel apa sih? Itu adalah channel 'story telling' tentang kasus - kasus kriminal dan misteri dari seluruh dunia. Cara bercerita mereka seru dan kadang kasus - kasusnya bisa jadi pembelajaran buat kita yang nonton. 

My working table at home

After that, I'll have a simple breakfast. Kadang aku buat pancake, toast, telur rebus atau scrambled egg. Baru kemudian aku akan mandi. Setelah mandi, karena ini WFH, aku akan pilih baju yang memang nyaman untuk bekerja seharian di rumah, kecuali aku ada agenda mengajar dimana aku akan menyesuaikan baju sesuai dengan kebutuhan. Aku seorang guru SD di pagi hari, tapi setelah jam mengajar di tempat tersebut berakhir, aku juga mengajar di sebuah akademi yang memberikan pelatihan untuk sekretaris, calon pilot dan pramugari. Jadi tentu apa yang aku kenakan harus menyesuaikan melihat siapa yang kuajar. Selain itu, aku juga merintis sebuah lembaga pelatihan. Untuk saat ini, kami masih fokus pada bahasa asing, tetapi ke depannya kami ingin bisa memberikan service di bidang lain juga. 

Nah, setelah dress-up, aku langsung buka laptop dan hal pertama yang aku lakukan adalah cek email, cek Whats App, balas apa yang perlu dibalas, buat 'to-do' list untuk hari itu sambil dengerin musik yang aku suka. Aku akan bekerja dari pagi sampai sekitar jam 10 dimana aku akan ambil break sekitar 20 menit. Biasanya ketika break ini, aku akan buat my second coffee dan mulai memikirkan apa yang akan aku siapkan untuk makan siang.  

                                                                                      My working table at my office

Setelah itu, aku akan menyempatkan telepon keluarga dan melanjutkan bekerja. Jam 12 - 1pm aku biasanya makan siang, kecuali aku betul - betul hectic maka aku biasanya makan siang jam 3 sore. Aku selalu menyelesaikan 'to-do' list yang aku buat. Karena itu yang paling penting dalam membuat list adalah BE REALISTIC. Kita pasti tau kemampuan diri sendiri. Kalau aku biasanya mengerjakan yang paling complicated atau butuh waktu paling lama untuk diselesaikan. 

Aku selalu menyempatkan untuk olahraga paling tidak di treadmil selama 30 menit dan juga minum jejamuan atau vitamins. Kemudian aku akan mandi dan melanjutkan pekerjaanku kembali sampai 9 malam baik itu mengajar maupun mengerjakan paper works. Jam 9 malam aku berusaha untuk tidak memikirkan pekerjaan lagi. 

Ketika off days, rutinitasku di pagi hari sama persis seperti ketika working days, hanya saja setelah sarapan biasanya aku menyempatkan diri untuk merawat tubuh. Panggil home spa dan lain sebagainya. Setelahnya aku akan bersih - bersih rumah atau belanja mingguan. Kadang aku spend waktu lebih lama untuk gyming atau berenang. Intinya ketika off-day aku jarang sekali menyentuh pekerjaan. Aku lebih banyak mengerjakan hobi seperti menulis, membaca, video call, dan semua hal yang bisa membuat pikiran dan tubuh aku relax dan bahagia. Bahkan sekedar berdandan dan selfie pun sudah cukup bisa mengalihkan pikiran sesaat dari pekerjaan. 

Untuk kalian yang sudah berkeluarga, mungkin WFH lebih challenging karena kalian harus membagi perhatian untuk anak - anak dan pasangan. Karena itu, dengan bangun lebih pagi, sebetulnya kalian bisa lebih well - prepared. Membuat 'to-do' list ini sangat membantu lho. Coba deh. Dengan berkerja lebih teratur, sebetulnya kitapun akan terhindar dari kekacauan dan stress. 

Salam sehat ya...

XoXo
Dee

Tuesday, 11 May 2021

Terlanjur Nyaman atau Terlanjur Stress?? (A Contemplation)

  Hi Deears,

Sudah berapa lama sih kita dalam keadaan pandemik seperti ini? Sudah setahun lebih ya? Sudah selama itu pula kita hidup dalam situasi yang tidak bisa diprediksi. Sudah selama itu pula pemerintah kita dan kita sebagai rakyatnya berjuang mati - matian untuk mengatasi virus dan juga beradaptasi dengan gaya hidup baru. Jadi apa kabar kalian? Saya mau sedikit bercerita tentang perubahan emosi saya yang naik turun karena keadaan ini.

Jadi, seperti postingan saya sebelumnya, saya merasa cukup sukses menghadapi situasi 'sontoloyo' ini. Saya punya banyak waktu melakukan hobi dan mencari cara untuk STAY SANE and HEALTHY. Tapi, namanya manusia kita punya keterbatasan. Diantara senangnya saya kebanjiran murid les, ternyata disisi lain saya harus kehilangan pekerjaan yang membuat saya bisa dekat dengan anak - anak. Ini bukan salah siapa - siapa, bukan karena saya kerja nggak bener ataupun kena skandal cyber crime itu (yang ini saya akan bahas tersendiri lain kali). Ini hanya temporary matters yang lebih merupakan impact dari covid di bidang usaha. Ya, covid 19 sudah memporak - porandakan berbagai macam bidang bisnis, termasuk pendidikan a.k.a sekolah/lembaga kursus. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau menutup usaha sehingga, memutuskan memindahkan anaknya ke sekolah lain yang lebih terjangkau ataupun ke tempat les seperti tempat saya. Mereka hanya perlu belajar mata pelajaran yang diujikan saja. Pemikiran ini berimbas pada kondisi sekolah formal tentunya, yang akhirnya kehilangan murid dan yang berarti pihak management pun perlu melakukan cost cutting, bukan hanya sekedar cost reduction lagi. 

Saya paham, totally understand karena saya pun mengalami hal yang sama. Saat ini, saya hanya bergantung pada dua guru dan saya ikut terjun mengajar. Shy? Sad? Definitely NO!! Why should I? kenapa harus malu? Saya belajar dari PIZZA HUT yang tidak malu untuk jemput bola. Perusahaan sebesar itu, menjual produknya di jalanan....dan mereka bisa survive.  Jadi itulah yang saya lakukan. Saya dengan tidak tahu malu tetap melakukan branding dimana - mana, approach prospective customers, ngobrol sana sini dan begitulah....alhamdullilah dengan hanya 3 orang guru, kami masih jalan. Siapa saja customer kami sih? Untuk saya yang pegang anak SD sudah cukup lama, pastilah client saya adalah bekas murid2 saya pada awalnya, kemudian karena saya punya koneksi di bidang oil and gas ataupun mining company, maka untuk kelas karyawan rata - rata datang dari bidang tersebut. Sementara itu, partner saya adalah mantan AVIATOR yang juga seorang dosen, jadi dengan kemampuannya bicara 5 Bahasa FLUENTLY dan juga koneksinya di bidang aviation, maka berdatanganlah client dari bidang itu. Satu guru lagi lebih fokus pada mengajar baca (saya sendiri lho yang training dia hehe). Pada akhirnya, karena kami mengajar dengan hati dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, maka from mouth to mouth justru nama kami pribadi yang dikenal sebagai guru les bukannya nama brand kami. But, it doesn't matter. Untuk situasi pandemik ini, saya harus putar otak dan pasang strategi just in case pada akhirnya keadaan kembali seperti semula. Apa yang bisa dilakukan dan dikerjakan dulu, itulah prioritas saya. Bila sebelumnya saya berpikir tentang 5 tahun ke depan, maka sekarang fokus saya adalah berpikir lebih pendek, 6 bulan kedepan. 

Jadi kembali ke judul diatas apakah kondisi ini kemudian membuat saya nyaman atau stress? Well, saya bisa beradaptasi bahkan bisa dibilang saya tahu zona nyaman saya dalam situasi seperti ini. Tapi begitu saya harus melepas pekerjaan saya di sekolah, maka saya mulai disibukkan dengan interview disana sini. Banyak orang bertanya, kenapa saya masih pursue career to be a teacher kalau saya sudah mempunyai usaha sendiri, bahkan berencana mengambil gelar Master? Jawabannya, karena itulah PASSION saya. Itu kebutuhan saya dari dalam. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat dari bekerja di sekolah, termasuk bagaimana memanage sekolah. Ilmu yang asalnya dari teori, tetapi bila kita tidak terjun sendiri maka kita tidak pernah tahu. Dunia sekolah sangat dinamis, terutama anak - anak SD dimana ini adalah termasuk pendidikan dasar. Saya belajar hal yang kompleks dari setiap masalah yang ada dan masalah lain yang timbul darinya. Jadi ukuran saya disini bukan materi. Ini lebih pada kepuasan pribadi dan juga merupakan sebuah prestige untuk saya. 

Koneksi adalah hal yang penting bagi saya. Hubungan saya dengan mantan tempat kerja selalu harmonis. Jadi, begitu saya mulai melempar CV saya, saya pun mulai banyak mendapatkan undangan online interview dan tentunya saya akan pilih yang paling dekat, agar waktu saya tidak terlalu banyak terbuang karena saya masih mengurus hal lain. Jadi stress atau tidak? Saya tidak bisa bilang tidak, apalagi melihat tubuh saya kembali seperti semula dan rambut saya yang udah perlu dipotong. Gila, potong rambut aja sampai nggak sempet. Bukan karena saya sibuk sebagai Bos tapi lebih ke sebagai kuli sih hahhaha. Di awal tahun saya masih bisa gym setiap hari, sebulan sebelum Ramadan karena intensitas mengajar naik, saya gym hanya tiap weekend, sementara tiba - tiba cemilan saya berubah dari buah ke kue - kue manis. Alhasil, berat saya naik kembali sekitar 5 kg dan lengan dan perut saya (ini shaping focus saya) kembali seperti semula. Saya kesel dong, pasti. Tapi apa daya I don't have any other choice but accepting it. Saya kalah oleh keadaan. Jadi, seperti yang dulu pernah saya lakukan, saat ini adalah moment yang tepat untuk mundur selangkah. 

Hanya illustrasi daripada sepi 
So, mumpung anak - anak didik saya sedang liburan, saya pun mengambil kesempatan untuk melupakan pekerjaan saya sejenak. Saya berencana untuk staycation a while sambil menyusun strategi (karena HIDUP PERLU STRATEGI). Semoga hasilnya bagus. Di saat saya melakukan contemplation seperti ini, saya tidak mau diganggu, bahkan oleh orang terdekat saya. Ini cara saya bisa berpikir ulang, mengevaluasi dan memperhitungkan segalanya. 

Dua partner saya itu, mereka hidup bak di surga karena mereka tidak terikat sama sekali dengan instansi. Hanya mengajar dengan saya saja. Jadi waktu luang mereka cukup banyak untuk keluarga dan juga untuk melakukan hobi mereka. Saya sempat berpikir, ah....mungkin saya cukuplah urusin usaha saya ya, sehingga bisa punya lebih banyak waktu untuk saya sendiri. Tapi sekali lagi, this is about my well - being and being acknowledged is part of it.  Jadi, saya tahu saya ada tanda - tanda burn - out sehingga saya memutuskan untuk menjadi kepompong dulu, berlindung dalam pupa buatan saya sendiri. Saya berharap, ketika keluar nanti saya menjadi kupu - kupu yang cantik. 😘😍

Salam aktif dari saya yang nggak bisa diam.

XoXo
Dee

Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....