Hi Deears,
I hope you are all well. Kali ini aku mau berbagi opini mengenai well-being. Topiknya adalah mencintai diri kita sendiri dan menjadi a better version of you. Menjadi versi terbaik sesuai standar kita masing - masing dan bukan menurut standar orang lain.
"Jadi perempuan itu harus begini, nggak boleh begitu!" Pernah kan mendengar kalimat ini? Mereka yang tumbuh di lingkungan konvensional pasti sangat akrab dengan berbagai stereotype tentang bagaimana menjadi perempuan yang baik. Begitu banyaknya tekanan sosial dari masyarakat, sehingga ketika seorang perempuan 'keluar' dari tatanan yang diimani tersebut, maka dia akan dihakimi beramai - ramai sebagai seorang perempuan yang tidak tahu adat. Ooppss...jangan dikira kita semua sudah berpikiran terbuka lho. Bahkan, seorang yang dari luar terlihat sangat modernpun, belum tentu seratus persen merdeka dari tekanan sosial semacam ini. Apa yang terjadi kemudian adalah alam bawah sadar kemudian akan membawa kita untuk menyesuaikan diri menjadi seperti yang diinginkan oleh masyarakat tersebut. Sehatkah ini? Tidak. Karena sebuah perubahan akan menjadi sehat apabila dilakukan dengan sadar tanpa paksaan dan hanya karena dia paham bahwa dia berubah untuk kebaikannya sendiri, dan bukannya berubah karena orang lain atau agar diterima oleh masyarakat tersebut.
Jadi bagaimana agar kita bisa mengembangkan pribadi kita menjadi lebih baik sesuai standar kita sendiri? Berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa dipahami dan dicoba.
1. Menerima Kekurangan Diri Sendiri
Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Ingat artis Marshanda kan? Angkat jempol untuk artis yang berjuang dengan kondisi Bipolarnya ini. Semua orang menyebut dia sebagai orang gila ketika video joged dan ngomel - ngomel nya viral di media beberapa tahun silam. Tapi lihat dia sekarang dengan begitu banyak pemujanya. She can cope very well with it. Bahkan dia mengkampanyekan 'body positivity' berkenaan dengan pertambahan berat badannya akibat konsumsi obat2an untuk penderita Bipolar. Kita tidak boleh begitu saja termakan dengan standar cantik dari masyarakat Indonesia. Cantik itu putih, langsing, perut rata gigi putih tinggi dan lain sebagainya. Well, banyak perempuan bertubuh curvy atau dengan berat badan berlebih, mati-matian diet dan olahraga sampai merasa tersiksa dan akhirnya nggak happy. Jadi bagaimana? Apa kita nggak boleh diet? Nggak boleh ke salon? Nggak boleh usaha buat putih? BOLEH. Cuma ada tapi-nya. Tapi lakukan itu bukan karena stigma dari masyarakat. Lakukan itu karena memang benar - benar membutuhkannya. Mereka yang harus mengurangi berat badan karena susah cari pakaian, susah gerak, atau alasan kesehatan, tentunya adalah hal yang masuk akal ketimbang mereka yang diet karena takut ditinggal pasangan; atau parahnya lagi, karena takut di cap gendut. Jadi pastikan untuk bisa menerima kekurangan dan justru menjadikannya sebagai sebuah point tersendiri yang membuat orang tau keunikan kita. Banyak orang sukses berbadan "lebih" yang tetap fashionable dan percaya diri di luar sana. So, be one!
2. Mandiri
Jangan pernah terpengaruh oleh omongan orang lain yang mengecilkan impian ataupun berbisik - bisik dibelakang kita. Tetap fokus pada tujuan, tutup mata dan telinga untuk hal yang akan menghambatmu untuk maju. Kalau ada kegagalan, belajarlah dari kegagalan itu. Sisihkan waktu untuk membaca setiap harinya. Keeping up with the world. Update ourselves with the news. Jangan pernah takut untuk menjadi mandiri dan menyuarakan opini kita. Ada banyak perempuan yang setelah menikah memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Tidak salah tentunya, asal jangan sampai menjadi tergantung pada suami dalam segala hal. Tetaplah menyisihkan waktu untuk menjadi diri sendiri. Ketika kita menikah pasti tidak terpikir bahwa akan terjadi perceraian atau suami meninggal dunia mendahului kita, karena itu sebagai perempuan kita tetap harus selalu mandiri, agar tidak depresi ketika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Mandiri bukan berarti tidak ada saat dimana kita butuh bantuan. Ketika kita merasa tidak bisa menyikapi sebuah situasi, ada baiknya kita berkonsultasi pada orang yang memang ahli dibidangnya.
3. Tau apa yang kita inginkan
Seorang perempuan sejati tahu pasti apa yang diinginkannya. Jadi, kita harus paham apa sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini. Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia adalah hal yang sangat penting; memasak, melukis, massage, mewarnai rambut atau kuku, shopping atau bahkan sekedar window shopping saja sudah menjadi sebuah hal yang memperkaya jiwa kita. Untuk menjadi pribadi yang kuat dan lebih baik, kita harus bisa mengambil keputusan dalam hidup kita atas dasar kesadaran dan pertimbangan yang kita buat sendiri.
Kadangkala memang tinggal di tengah masyarakat dengan pikiran yang masih belum terbuka memang sulit. Tapi, sekali lagi, jangan biarkan kita menjadi terbawa untuk menjadi seperti apa yang mereka inginkan; memenuhi standar mereka. Jadilah apapun sesuai dengan standar yang kita buat sendiri. Jangan lupa untuk mendukung satu sama lain sebagai sesama perempuan. Spread the good things; wherever..whenever. Ingat, kalau Marshanda yang pernah kacau saja bisa bangkit menjadi a very inspirative woman..,why don't we?
Dee
setuju banget, kadang-kadang kita tuh terlalu perduli sama omongan orang, sama pandangan orang, takut kalau dicap jelek, jadi apa yang kita lakukan kadang-kadang hanya untuk menyenangkan orang lain bukan untuk menyenangkan diri sendiri, udah saatnya kita melakukan apa yang kita sukai, mencoba tidak perduli sama omongan orang
ReplyDeleteBetul. Kita boleh tidak peduli sama omongan orang dalam artian yang positive.
ReplyDelete