Sunday, 18 April 2021

Changing Our Mind Set

Hi Deears,

Masih sehat kan? Alhamdullilah. Saya juga masih sehat. Masih dalam rangka menunggu vaksin Covid - 19 (Sinovac Indonesia) lanjutan bulan depan. Oh ya, untuk yang muslim, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa yah. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.

Sebetulnya saya pengen banget ikutan challengenya BP selama ramadan ini, yaitu 30 hari menulis blog. Tapi apa daya, saya hanya mampu menulis seminggu sekali ketika weekend saja. Saya juga masih penasaran menunggu pemenang blog 'Lestarikan Cantikmu' yang sampai sekarang belum diumumin hehe.. 

Ramadan ini merupakan ramadan pertama saya setelah officially saya memeluk agama Islam (kembali), jadi rasanya terharu biru gimana gitu....ketika saya terima pesan wa dari teman dan saudara - saudara saya mengenai hal ini. Satu pesan yang cukup membuat saya manggut - manggut adalah pesan dari ibu saya tentang mengubah mind set atau pola pikir kita, yang saya rasa akan cukup berguna untuk saya jadikan bahan nge - blog kali ini. 

Mind set itu apa sih? Menurut Carol Dweck seorang Standford Psychologist, mind set adalah sebuah kepercayaan (a belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs), yang sangat diyakini oleh seseorang sehingga akan mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Mind set ini ada dua macam, yaitu fixed mind set dan growth mind set. Orang yang mempunyai fixed mind set, biasanya adalah orang yang mudah putus asa, menyerah pada keadaan dan cenderung menyalahkan diri sendiri dan orang lain dalam setiap permasalahan. Sehingga orang yang pola pikirnya kaku (karena mereka percaya bahwa mind set adalah prinsip hidup yang tidak bisa diubah) seperti ini akan susah berkembang. Sedangkan orang yang memiliki growth mind set, akan selalu menata diri, membuat refleksi pada kegagalan dan mencari jalan keluar untuk hidup bahagia. 

Mengapa mind set atau pola pikir itu sedemikian penting untuk kita? Karena dengan mind set, tujuan hidup kita jadi lebih jelas, kita akan berusaha untuk mencapai kebahagian dengan melakukan perubahan - perubahan yang positif untuk hidup kita. 

Berikut adalah beberapa mind set yang seringkali diyakini oleh orang - orang, padahal bisa kita ubah lho..

1. Menikah Sebelum 30

Kita harus akui, meskipun jaman sudah maju dan kita hidup di kota besar, tetapi adat ketimuran kita masih melihat wanita yang belum menikah ketika usia sudah mencapai 30 tahun, sebagai suatu hal yang patut dipertanyakan. Saya teringat dengan salah satu teman saya, yang merasa risih setiap kali berkumpul dengan keluarga besarnya, selalu ditanya kapan menikah atau mana calonnya. Kalau kita ikuti mind set begini, bisa jadi kita menikah bukan karena untuk diri kita sendiri, tapi lebih pada untuk status sosial atau alasan takut jadi perawan tua. Menikah itu sebaiknya bukan karena dikejar umur, tetapi bila kita sudah siap. Siap apanya? Siap secara lahir dan batin. Pernikahan itu seperti piramida terbalik lho...Akan banyak temptation di tengah jalan nantinya. Jadi harus betul - betul dipersiapkan apakah kamu sudah siap dengan roller coaster hubungan pernikahan. 

2. Pensiun Ketika Umur 60

Entah pola pikir ini awalnya datang dari mana, yang kemudian seperti menjadi sebuah keharusan bahwa ketika seseorang mencapai umur 60, maka dia tidak bisa produktif lagi. Padahal, banyak orang yang di usia digolongkan sebagai usia non - produktif itu ternyata masih mampu dan masih produktif. Jadi kapan sebaiknya pensiun? Pensiunlah ketika sudah hidup maksimal, ketika standar hidupmu sudah tercapai dan merasa puas/bahagia dengan pencapaian itu.

3. Menjadi Orang Sukses

Siapa sih yang tidak ingin menjadi orang sukses? Semua pasti berlomba - lomba untuk sebuah kesuksesan bukan? Tetapi jangan lupa, bahwa akan lebih baik bila kesuksesan itu kita dapat dengan kerja keras dan kejujuran. Bukan karena menjegal lawan atau menusuk teman dari belakang. Menjadi orang bernilai lebih baik daripada menjadi orang yang sukses. 

4. Jatuh Cinta Dengan Wajah

Paras rupawan selalu tidak bisa dilewatkan ya....Tapi paras rupawan tidak menjamin bahwa dia adalah jodoh yang sempurna untukmu. Karena belum tentu orang yang rupawan mempunyai tabiat yang juga menawan. Jadi lebih baik jatuh cintalah pada karakter seseorang, daripada hanya melihat yang terlihat saja. 

5. Buat Orang Tua Bangga Atas Apa yang Mereka Inginkan

Sebagai anak, tentu kita harus berbakti pada orang tua. Kita pasti berusaha membahagiakan orang tua dan menuruti keinginan mereka. Kadang bahkan kita melupakan keinginan kita sendiri sehingga akhirnya menjadi tidak baik untuk hidup kita. Boleh membahagiakan orang tua dengan berusaha menuruti keinginannya, tetapi pernahkan kita berpikir bahwa untuk hal - hal tertentu yang berkaitan dengan masa depan kita, pada akhirnya kitalah yang akan menjalaninya. Jadi tentunya dibutuhkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anaknya disini. Anak harus meyakinkan orang tuanya, bahwa pilihan yang dibuatnya akan membuat dia dan orang tua bahagia. Jadi buat orang tua bangga atas kebahagianmu. Orang tua pasti ingin anaknya bahagia bukan?

6. Temukan Bahagia pada Kemewahan

Who doesn't like blink - blink things? Semua pasti suka dengan kilau kehidupan mewah kan? Travelling ke manca negara, pakai barang - barang branded, posting foto hang - out di tempat yang lagi hits, dan lain sebagainya. Tapi, tahukan kalian, berapa banyak public figure kaya raya yang mati mengenaskan karena narkoba, atau karena bunuh diri? Ya....uang dan kemewahan tidak menjamin ketentraman hidup dan kebahagian. Coba banyakin sedekah dan juga luangkan waktu untuk menikmati waktu tanpa gadget, tanpa hiruk pikuk suasana bar dan cafe. Banyakin berserah dan dekat dengan alam dan Tuhan. Kadang dari semua kesederhanaan, kita temukan rasa bahagia lho. Bahagia menikmati indahnya Gunung Bromo atau jernihnya laut. Bahagia melihat senyum si mbok pemulung ketika menerima sebongkah roti dariku. Bahagia melihat senyum anak kecil yang kupersilahkan ke kasir duluan karena dia sudah kelihatan lelah mengantri...dan sederet hal - hal kecil lain yang bisa membuat hati kita menjadi hangat. Temukan kebahagian pada kesederhanaan. 

Mengubah mind set memang bukan hal yang mudah. Namun sebagai manusia kita harus berusaha membuka pikiran kita dan menerima hal baru yang mungkin baik untuk perkembangan kita dan orang lain. Apakah ada cara untuk menanamkan mind set yang baik dari kecil? Ada banyak. Contohnya ketika anak menunjukan hasil projectnya, instead of saying 'Wow...it's nice. You are so smart', kita bisa mengatakan 'I like the way you do this or that'. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk fokus pada proses  daripada pada hasilnya. Sehingga dia jadi tahu bahwa effort dia akan berpengaruh pada perubahan dan pembelajaran dia kedepannya. 

Itulah pesan yang kuterima dari Ibu beberapa hari lalu. Ada benarnya kan? Dalam hidup ini memang yang paling utama adalah meluhuri Tuhan (yang memberi kehidupan). Semua hal duniawi tidak akan kita bawa mati. Karena itu dunia dan akhirat harus kita seimbangkan, malah akan lebih baik bila dalam segala hal kita selalu memperhitungkan Tuhan di dalamnya. Kita bukan manusia sempurna, tapi mari kita belajar dari ketidaksempurnaan kita itu untuk menjadi semakin baik. 

Well deears, I think that's all. Happy Weekend ya....Stay healthy and happy.

XoXo
Dee


Saturday, 10 April 2021

Cara Cerdas Menghadapi Orang 'Aneh'


Image: dnaodisha.com


Hi Deears,

Sadar ataupun tidak sadar, sebagai seorang makhluk sosial kadang sikap kita bisa jadi  dianggap menjengkelkan atau menyebalkan dalam pergaulan. Tapi bagaimana bila kita yang mempunyai teman yang menyebalkan? Apakah kita harus menjauhinya seketika itu juga? Bagaimana jika kita harus bekerja dengan orang - orang yang menyebalkan seperti itu? Berikut ini macam - macam orang 'aneh' dan tips cerdas untuk dealing dengan mereka.

1. Orang Yang Sering Meremehkan/Merendahkan Kita.

Menghadapi orang seperti ini butuh kesabaran yang super tinggi. Orang yang seringkali meremehkan kemampuan kita biasanya karena dia mempunyai rasa percaya diri yang terlalu tinggi yang tidak di imbangi dengan rasa empati pada kekurangan orang lain. Jika kamu bekerja dengan orang 'aneh' model seperti ini, maka satu - satunya cara ketika dia mulai narsis adalah dengan mendengarkannya. Kalau perlu buailah dia dengan kenarsisannya itu. Tidak perlu diambil hati, karena rata - rata seseorang yang narsis dan akhirnya meremehkan orang lain hanya perlu sebuah pengakuan bahwa dia hebat. So, nothing to loose for you to show that she is good in what she's doing. Habis itu? Ya...habis itu nggak perlu emosi sih. Cukup kamu berusaha menjadi yang terbaik versi kamu sendiri aja. Tidak perlu berkompetisi juga dengan dia hanya untuk menunjukkan kamu juga bisa sama hebatnya. Karena, jika ini yang kamu lakukan berarti kamu terpancing dengan tindakan dia yang meremehkan anda dan akhirnya akan timbul konflik. Dalam dunia kerja yang penting kamu kerjakan apa yang menjadi bagian kamu sebaik mungkin, bukan untuk memenangkan kata HEBAT, karena itu belum tentu punya efek dengan naiknya jabatan atau gaji.

2. Orang Yang Cerewet 

Punya kolega yang hobinya ceritaaaaa terus? Jadi ketika kita sibuk kerja, adaaaa aja bahan ceritanya. Nah, sebetulnya kalau situasinya tidak sedang di kantor pasti asik sekali punya teman seperti ini ya. Tapi kalau kita sendiri sedang heboh dikejar dead line pasti hal ini menjadi sebuah hal yang cukup annoying. Cara ampuh untuk mengatasi orang 'aneh' model begini adalah dengan mendiamkannya. Jadi ketika dia mulai cerewet, jawab saja dengan 'ooooo' dan 'hmmmm', tidak perlu kata - kata yang memancing dia berceloteh lebih panjang seperti kata 'oo...gitu.'

3. Orang Yang Suka Curhat Segala Hal 

Orang 'aneh' berikutnya adalah orang yang suka berkeluh kesah tentang segala hal tetapi salah tempat. Orang tipe ini mirip dengan orang yang cerewet. Tetapi isi pembicaraan biasanya lebih pada keluh kesah. Jika kamu terhanyut, maka aura negative keluh kesah nya bisa menular lho. Karena itu, untuk yang model begini, kamu harus tegas untuk 'stop' dan katakan untuk melanjutkan pembicaraan di luar jam kantor. Jangan pernah mengabaikan keluh - kesahnya karena kita tidak pernah tahu mungkin dia betul - betul butuh di dengarkan. Tunjukkan empati kamu dan katakan dia bisa kembali bercerita nanti.

4. Orang Yang Manipulatif

Orang yang manipulatif cenderung merupakan penjilat ulung yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan keuntungannya sendiri. Orang ini bisa nampak lemah meskipun sebetulnya dia adalah seorang yang keras kepala. Di dalam dunia kerja, orang seperti ini adalah yang paling bisa merugikan kamu. Jadi batasi interaksi dengan dia jika memang tidak perlu. Katakan tidak bisa jika memang kamu tidak sanggup menolongnya. Katakan tidak tahu jika kamu memang tidak tahu. Jaga tutur kata karena yang keluar dari mulutmu bisa jadi senjata bagi dia untuk menjatuhkan kamu. Nah, jurus terakhir adalah dengan cara mengabaikannya. Orang manipulatif biasanya pembohong yang ulung, yang kadang lupa dengan ceritanya sendiri. Coba tanyakan satu hal yang sama berulang kali padanya. Jika jawabannya berbeda - beda setiap waktu, sudah pasti dia berbohong. 

5. Orang Yang Perfeksionis.

Yang terakhir ini bisa menjadi menyebalkan untuk tipikal orang yang gaya kerjanya santai atau pelan tapi pasti. Orang perfeksionis biasanya adalah orang yang kurang fleksibel. Meskipun ada beberapa orang tipe ini yang kemudian menjadi lebih fleksibel setelah tahu bahwa sifatnya bisa membuat dia sendiri dan orang lain stress. Bagaimana menghadapi tipe perfeksionis? Orang perfeksionis punya meja kerja yang rapi dan soal pekerjaan, dia mempunyai 'to do' list yang rapi. Jika kamu kerja dengan dia, pastikan semua agenda meeting sudah terschedule dengan baik karena mereka tidak suka meeting dadakan, berikan instruksi yang jelas jika meminta dia melakukan sesuatu, jangan pernah memindahkan barang - barang miliknya terutama yang ada di meja kerjanya. 

Intinya, ketika kita menghadapi berbagai macam sifat orang lain, kita harus menghilangkan ego kita dan harus lebih berempati. Kita juga harus merespon dengan kepala dingin. Terakhir, jika memang diperlukan kita bisa ajak bicara untuk mengklarifikasi masalah yang ditimbulkan. 

Nah, itu dia macam orang - orang 'aneh' yang ada dalam kehidupan sosial. Tentunya masih ada banyak tipe orang 'aneh' yang lain. Kamu termasuk yang mana? 😁

XoXo
Dee


Saturday, 3 April 2021

Rahasia Dinamika Kantor dan Kehidupan Sosial Dalam Perusahaan

Hi Deears,

Sebagai tempat curhat temen - temen di kantor, saya kadang banyak belajar dari masalah - masalah mereka dan juga karena saya sudah banyak bergaul dengan banyak tipe orang dan pernah bekerja di banyak tempat, saya jadi paham tentang Do's and Don'ts kehidupan sosial di dalam perusahaan. Hal - hal yang akan saya share ini mungkin terkesan remeh, tapi bisa berakibat fatal bila anda mengabaikannya. 

1. Jangan pernah memicu gosip dengan siapapun.

Dalam dunia kerja sebaiknya tidak mencampurkan perkerjaan dengan kehidupan pribadi seseorang. Yang biasa terjadi awalnya ialah adanya grup - grup WA yang isinya orang - orang tertentu (yang isinya tanpa SPV), yang kemudian menjadi ajang gosip. Lucunya, apa yang dibicarakan disitu biasanya sampailah juga ke telinga SPV bahkan kadang dengan bukti screen shot atau rekaman. Karena itu jangan pernah memulai gosip sekecil apapun, bahkan ketika membicarakan kerja si A yang lebih baik dari si B, karena akan bisa memicu perselisihan.

2. Hati - Hati dengan si mata - mata atau si muka dua.

Bukan rahasia bahwa di manapun ada si muka dua ini. Orang ini bahkan bisa jadi adalah orang yang menurut anda akrab dengan anda dan anda merasa hubungan anda dengan dia baik - baik saja. Bos akan menyukai orang ini, karena dia bisa menjadi pemberi informasi untuk si atasan. Berhati - hatilah berbicara kalau tidak ingin apa yang anda katakan menjadi bumerang untuk anda, bahkan ketika anda tidak bermaksud buruk. Si muka dua selalu berusaha mengambil kesempatan kapan saja untuk kepentingannya sendiri. Be careful because the wall can listen and talk. 

3. Jika memang harus resign, lakukan dengan baik - baik.

Koneksi adalah hal penting. Terkadang, di tengah jalan kita melihat perusahaan ternyata tidaklah sesuai dengan visi atau misi kita, atau mungkin kita melihat banyak ketidak adilan dan ketidakbenaran yang ditutup - tutupi, atau hal lain yang menurut kita bertentangan dengan nurani dan prinsip kita, atau mungkin kita merasa tidak dianggap dan dihargai. Well, apapun alasannya, bahkan ketika kita diperlakukan tidak benar oleh atasan kita, baik verbal maupun non - verbal....we have to stay professional. Kitalah yang harus menunjukkan sikap lebih elegan dalam menyikapi semua masalah yang ada. Istilahnya dealing the humility (because nobody's perfect) with dignified.  

Sebetulnya point ketiga ini berlaku juga bagi pemberi kerja, ketika mereka memperlakukan karyawan dengan tidak semestinya, tak perlu menunggu terlalu lama, beritanya akan menyebar dengan segera. Bagaimana bisa? Karena bisa jadi si mantan karyawan memulai bisnis sendiri ataupun kemudian melamar pekerjaan lain dan menceritakan rahasia - rahasia perusahaan kepada perusahaan yang baru. Tapi jangan lakukan ini waktu wawancara kerja ya, karena anda pasti tidak akan diterima hahaha. Kecuali anda memang sengaja melakukannya dengan tujuan tertentu.

4. Tak perlu terlibat politik kantor.

Pernah dengar istilah 'power play'? Nah..selama anda masih di sistem perusahaan, jangan pernah mengkritik managemen atau atasan. Karena ya itu tadi, yang lebih punya power, lebih kuat. Bahkan ada teman saya yang bercerita, bos nya suka banget bikin aturan yang dia sendiri langgar. Kemudian management selalu seenak - enaknya sendiri mengambil keputusan tanpa mau mendengar pendapat karyawan dan tanpa mau memahami kesulitan mereka. Apa yang harus anda lakukan? Jawabannya cuma satu: take it or leave it. 

5. Atasan kita tidak berharap kita betul - betul bekerja lebih baik dari dia.

Sekarang kita bicara soal posisi, sepengamatan saya, dalam setiap perusahaan atasan selalu membimbing dan mensuport bawahan untuk bekerja dengan nilai 100. Nilai sempurna. Itu teorinya! Kenyataannya, seorang bawahan yang bekerja dengan nilai sempurna akan menjadi ancaman bagi si atasan untuk menggeser posisinya. Hanya 1 diantara 1000 yang rela melakukan ini. Bagaimana menyikapi hal ini? Jangan pernah menggantungkan karir anda pada orang lain. Kalau anda merasa langkah anda untuk maju dan berkembang sudah cukup sulit, pertimbangkan mencari kesempatan di tempat lain. 

Nah, ada lagi yang mau saya tambahkan. Berdasarkan pengalaman saya, ketika kita berkerja di sebuah tempat, maka kita harus melihat tiga hal; perusahaan, atasan dan aktivitas perusahaan. Kemudian kita harus menghubungkan tiga hal tersebut dengan tiga hal ini; potensi kita, respect yang kita dapat dan yang terakhir kebahagiaan kita ketika melakukan pekerjaan itu. Kita bekerja untuk mengembangkan potensi kita termasuk financial, sosial dan intelektual bukan? Karena itu kita juga harus cerdas dalam menyikapi masalah di dalam kehidupan sosial perusahaan. 

Do what you love, Deears. We work to be happy, to be respected not to be a paid - robot. 

xoxo
Dee

Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....