Hi Deears,
Masih sehat kan? Alhamdullilah. Saya juga masih sehat. Masih dalam rangka menunggu vaksin Covid - 19 (Sinovac Indonesia) lanjutan bulan depan. Oh ya, untuk yang muslim, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa yah. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.
Sebetulnya saya pengen banget ikutan challengenya BP selama ramadan ini, yaitu 30 hari menulis blog. Tapi apa daya, saya hanya mampu menulis seminggu sekali ketika weekend saja. Saya juga masih penasaran menunggu pemenang blog 'Lestarikan Cantikmu' yang sampai sekarang belum diumumin hehe..
Ramadan ini merupakan ramadan pertama saya setelah officially saya memeluk agama Islam (kembali), jadi rasanya terharu biru gimana gitu....ketika saya terima pesan wa dari teman dan saudara - saudara saya mengenai hal ini. Satu pesan yang cukup membuat saya manggut - manggut adalah pesan dari ibu saya tentang mengubah mind set atau pola pikir kita, yang saya rasa akan cukup berguna untuk saya jadikan bahan nge - blog kali ini.
Mind set itu apa sih? Menurut Carol Dweck seorang Standford Psychologist, mind set adalah sebuah kepercayaan (a belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs), yang sangat diyakini oleh seseorang sehingga akan mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Mind set ini ada dua macam, yaitu fixed mind set dan growth mind set. Orang yang mempunyai fixed mind set, biasanya adalah orang yang mudah putus asa, menyerah pada keadaan dan cenderung menyalahkan diri sendiri dan orang lain dalam setiap permasalahan. Sehingga orang yang pola pikirnya kaku (karena mereka percaya bahwa mind set adalah prinsip hidup yang tidak bisa diubah) seperti ini akan susah berkembang. Sedangkan orang yang memiliki growth mind set, akan selalu menata diri, membuat refleksi pada kegagalan dan mencari jalan keluar untuk hidup bahagia.
Mengapa mind set atau pola pikir itu sedemikian penting untuk kita? Karena dengan mind set, tujuan hidup kita jadi lebih jelas, kita akan berusaha untuk mencapai kebahagian dengan melakukan perubahan - perubahan yang positif untuk hidup kita.
Berikut adalah beberapa mind set yang seringkali diyakini oleh orang - orang, padahal bisa kita ubah lho..
1. Menikah Sebelum 30
Kita harus akui, meskipun jaman sudah maju dan kita hidup di kota besar, tetapi adat ketimuran kita masih melihat wanita yang belum menikah ketika usia sudah mencapai 30 tahun, sebagai suatu hal yang patut dipertanyakan. Saya teringat dengan salah satu teman saya, yang merasa risih setiap kali berkumpul dengan keluarga besarnya, selalu ditanya kapan menikah atau mana calonnya. Kalau kita ikuti mind set begini, bisa jadi kita menikah bukan karena untuk diri kita sendiri, tapi lebih pada untuk status sosial atau alasan takut jadi perawan tua. Menikah itu sebaiknya bukan karena dikejar umur, tetapi bila kita sudah siap. Siap apanya? Siap secara lahir dan batin. Pernikahan itu seperti piramida terbalik lho...Akan banyak temptation di tengah jalan nantinya. Jadi harus betul - betul dipersiapkan apakah kamu sudah siap dengan roller coaster hubungan pernikahan.
2. Pensiun Ketika Umur 60
Entah pola pikir ini awalnya datang dari mana, yang kemudian seperti menjadi sebuah keharusan bahwa ketika seseorang mencapai umur 60, maka dia tidak bisa produktif lagi. Padahal, banyak orang yang di usia digolongkan sebagai usia non - produktif itu ternyata masih mampu dan masih produktif. Jadi kapan sebaiknya pensiun? Pensiunlah ketika sudah hidup maksimal, ketika standar hidupmu sudah tercapai dan merasa puas/bahagia dengan pencapaian itu.
3. Menjadi Orang Sukses
Siapa sih yang tidak ingin menjadi orang sukses? Semua pasti berlomba - lomba untuk sebuah kesuksesan bukan? Tetapi jangan lupa, bahwa akan lebih baik bila kesuksesan itu kita dapat dengan kerja keras dan kejujuran. Bukan karena menjegal lawan atau menusuk teman dari belakang. Menjadi orang bernilai lebih baik daripada menjadi orang yang sukses.
4. Jatuh Cinta Dengan Wajah
Paras rupawan selalu tidak bisa dilewatkan ya....Tapi paras rupawan tidak menjamin bahwa dia adalah jodoh yang sempurna untukmu. Karena belum tentu orang yang rupawan mempunyai tabiat yang juga menawan. Jadi lebih baik jatuh cintalah pada karakter seseorang, daripada hanya melihat yang terlihat saja.
5. Buat Orang Tua Bangga Atas Apa yang Mereka Inginkan
Sebagai anak, tentu kita harus berbakti pada orang tua. Kita pasti berusaha membahagiakan orang tua dan menuruti keinginan mereka. Kadang bahkan kita melupakan keinginan kita sendiri sehingga akhirnya menjadi tidak baik untuk hidup kita. Boleh membahagiakan orang tua dengan berusaha menuruti keinginannya, tetapi pernahkan kita berpikir bahwa untuk hal - hal tertentu yang berkaitan dengan masa depan kita, pada akhirnya kitalah yang akan menjalaninya. Jadi tentunya dibutuhkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anaknya disini. Anak harus meyakinkan orang tuanya, bahwa pilihan yang dibuatnya akan membuat dia dan orang tua bahagia. Jadi buat orang tua bangga atas kebahagianmu. Orang tua pasti ingin anaknya bahagia bukan?
6. Temukan Bahagia pada Kemewahan
Who doesn't like blink - blink things? Semua pasti suka dengan kilau kehidupan mewah kan? Travelling ke manca negara, pakai barang - barang branded, posting foto hang - out di tempat yang lagi hits, dan lain sebagainya. Tapi, tahukan kalian, berapa banyak public figure kaya raya yang mati mengenaskan karena narkoba, atau karena bunuh diri? Ya....uang dan kemewahan tidak menjamin ketentraman hidup dan kebahagian. Coba banyakin sedekah dan juga luangkan waktu untuk menikmati waktu tanpa gadget, tanpa hiruk pikuk suasana bar dan cafe. Banyakin berserah dan dekat dengan alam dan Tuhan. Kadang dari semua kesederhanaan, kita temukan rasa bahagia lho. Bahagia menikmati indahnya Gunung Bromo atau jernihnya laut. Bahagia melihat senyum si mbok pemulung ketika menerima sebongkah roti dariku. Bahagia melihat senyum anak kecil yang kupersilahkan ke kasir duluan karena dia sudah kelihatan lelah mengantri...dan sederet hal - hal kecil lain yang bisa membuat hati kita menjadi hangat. Temukan kebahagian pada kesederhanaan.
Mengubah mind set memang bukan hal yang mudah. Namun sebagai manusia kita harus berusaha membuka pikiran kita dan menerima hal baru yang mungkin baik untuk perkembangan kita dan orang lain. Apakah ada cara untuk menanamkan mind set yang baik dari kecil? Ada banyak. Contohnya ketika anak menunjukan hasil projectnya, instead of saying 'Wow...it's nice. You are so smart', kita bisa mengatakan 'I like the way you do this or that'. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk fokus pada proses daripada pada hasilnya. Sehingga dia jadi tahu bahwa effort dia akan berpengaruh pada perubahan dan pembelajaran dia kedepannya.
Itulah pesan yang kuterima dari Ibu beberapa hari lalu. Ada benarnya kan? Dalam hidup ini memang yang paling utama adalah meluhuri Tuhan (yang memberi kehidupan). Semua hal duniawi tidak akan kita bawa mati. Karena itu dunia dan akhirat harus kita seimbangkan, malah akan lebih baik bila dalam segala hal kita selalu memperhitungkan Tuhan di dalamnya. Kita bukan manusia sempurna, tapi mari kita belajar dari ketidaksempurnaan kita itu untuk menjadi semakin baik.
Well deears, I think that's all. Happy Weekend ya....Stay healthy and happy.
Dee

