Wednesday, 7 January 2026

Another Year, Another Resolution

Hi...Deears..

How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊 

Everyone for sure has problems, obstacles in their life. I have many problems too...dealing with things I felt hard to do in the beginning but in the end when we tried our best..well....it's done without any drama. 

So, I will share my reflection during 2025 and also things I want to do in 2026.

2025

1. Sembuh dari Gerd Anxiety

It's my awakening year since I have suffered from gerd and anxiety which..you know..made my everyday life harder. Desember 2022 aku keseleo waktu angkat meja anak di sekolah untuk event pot luck party. Mejanya kuangkat di atas kepala dan aku pakai wedges sehingga mungkin aku kehilangan pijakan yang stabil. Berasa sakit di pinggang yang hari berikutnya naik ke punggung dimana aku bangun daro tempat tidur sakit banget. Ke dokter saraf dikasih natrium diclofenac dan juga sempat ke fisioterapis. Nah...karena nyaman, aku minum pereda nyeri itu 2 atau 3 mingguan tanpa pengawasan dokter agar aku bisa liburan sama keluarga. 

Akhirnya, tgl 6 Januari 2023 di tengah malam aku bangun dengan menggigil kedidingan. AC kumatikan, aku muntah sedikit tapi warnanya kuning pekat. Seperti biasa sebelum tidur aku minum kental manis coklat (aku belum tahu ada penyakit namanya asam lambung naik dan ternyata susu memperburuk keadaaan). Kemudian aku ke toilet tapi kakiku kena air tambah kedinginan. Aku tidur lagi dan nggak lama kebangun dengan perasaan kaget plus mau gerak susah, deg-degan and nafas pendek - pendek, tenggorokan tercekik dan mau keluarin suara susah sekali. Akhirnya aku bisa bangun dan bersuara. Aku langsung lari ke dan duduk di sofa, menggigil, berkunang - kunang seperti mau pingsan. Panik bangeeetttt. Suamiku lagi on the phone waktu itu karena dia bekerja dengan orang-orang beda zona. 

Langsung dia bawa aku ke IGD rumah sakit terdekat, yang bahkan kita sebelumnya nggak tahu bahwa di dekat apartemen kita ada rumah sakit itu. Security ikutan panik lihat aku bilang "I can't breath, Pak" 

Lucunya, sampai IGD aku lari ke dalam ruangan dan membuat kaget semua dokter dan suster disitu. Berulang kali aku bilang nggak bisa nafas. Tapi dokter bilang kalau aku nggak bisa nafas, aku nggak mungkin bisa lari dan bicara lancar begitu. Dia memegang tanganku dan menenangkan aku. Ohhh...iyaaa...aku baru sadar aku bisa kok nafas hahahahah....kalau ingat aku masih ngakak. 

Wait belum selesai loh. Aku di EKG, di X ray dada, di ambil darah dll. Semua normal. Dokternya tanya tadi minum obat atau  makan apa aja....and in the end dia bilang "Ibu kena maag yang mungkin juga asam lambung ibu naik ke tenggorokan" Dia nggak ada sebut GERD. Aku pernah kena maag tapi dikasih dokter inpepsa dan omeprazole seminggu sembuh. Itu juga karena makan pedes. Habis itu bisa makan dan minum seperti biasa. Nah akhirnya aku periksalah ke rumah sakit yang lebih besar. Aku diminta ke banyak dokter spesialis untuk cek ini itu. Diagnosisnya memang aku ada sympthom Gerd. Aku dikasih obat standar macem PPI, anti mual dan sucralfat. Hanya saja aku jadi g berani makan dan g bisa tidur karena takut tiba - tiba kena serangan gerd lagi di tengah malem. Sehingga dokter meresepkan obat penenang juga yang bikin aku ngantuk tiap kerja. Sebulan g ada perubahan aku diminta periksa ke psikater. Di psikiater aku diresepkan clobazam dan alprazolam. Tapi aku hanya minum alprazolamnya karena clobazam nggak direspon bagus sama tubuhku. Karena aku takut obat, aku nggak langsung minum obatnya sampai kemudian kontrol yang kedua atau ketiga kalinya (aku lupa) psikiaternya jelasin gamblang tentang semua obat2 itu. Dia bilang "Ibu harus percaya sama saya dan jangan hentikan obat sendiri ya. nanti akan di taper off pelan-pelan. Lagipula dosis alprazolam ini kecil. Hanya 0.5mg sekali sehari". Aku mau sembuh, akhirnya aku minum obat itu and as I said before ada drama dengan clobazam dimana kuminum langsung jantungnya "Deg" gitu kenceng. So, aku hanya pilih minum alprazolam meskipun resiko addictionnya jadi lebih besar karena tidak ada pendampingnya.

 3 bulan badanku turun drastis dari 82kg (aku obese yah haha) ke 65kg. Hari-hari rasanya malaaasss. Dandan malas apalagi olahraga. Sering nggak masuk karena badan nggak enak. Bosku sampai panggil aku dan kasih motivasi. "Ini psikosomatik jadi hanya dari pikiran. Kamu harus bisa lawan. Meditasi dan olah nafas", katanya. Bosku yang lain bilang,"Jangan takut mati. Dekatkan diri pada Allah SWT." Dan benar memang semua yang mereka katakan. Aku ada Gerd dan jadi ada anxiety disorder (panic attack- gangguan cemas panik karena trauma kena serangan gerd). Aku pun juga akhirnya ganti dokter internis dan obat PPI nya diganti yang lebih kuat dan alhamdulilah aku membaik. Di bulan kelima aku mulai olahraga jalan kaki sekuatku (kadang parno  kalau tiba-tiba jantung berdebar kencang padahal orang olahraga ya pasti heart rate nya naik) dan di saat bersamaan aku belajar olah nafas dan meditasi. Aku menemukan chanel seorang psikiater yang bagus banget, Dr. Andri Psikosomatik yang tenyata adalah dokternya teman sekantor aku. For my surprise, ternyata di kantor ada banyak orang yang kena gerd anxie. Jadi aku tidak sendiri dan share sama mereka juga. 

Nah, aku terus meditasi, pilates, yoga dan olahraga. Di bulan ke sembilan aku sudah bisa kembali makan makanan yang lebih bervariasi (kucoba beberapa sendok dulu dan tunggu 30 menitan untuk tahu reaksi lambung). Dari yang tiap pagi maka oatmeal dan pisang, lunch tempe/tahu/ikan kembung rebus dan sayur bayam, malam repeat lagi...hahaha ke makanan yang lain. Tapi sampai tahun ke dua di 2024 aku masih konsisten makan oatmeal, no kafein dan makan non minyak. Badanku mulai naik beberapa kilogram dan di awal 2025 aku mulai minum kopi decaf, susu masih nggak bisa. Badanku naik lagi jadi 70kg. Alhamdulilah. Aku sempet takut bakalan mengurus terus. Kemudian aku hamil (aku nggak sadar kalau berisi) dan aku ternyata keguguran di minggu ke enam dan opname beberapa hari. Ini tahunya hamil bukan ketika opname, karena saat opname aku mens banyak sekali. Dokter juga kasih obat2 lambung saja dan tes darah tapi belum tes HCG. Akhirnya keluar aku diminta untuk kontrol ke obsgyn. dan hasil tes nya ternyata ada tanda pernah terjadi kehamilan.  Di sini BB aku 77kg. Setelah hamil aku berusaha untuk turun BB  karena kalau sampai obesitas lagi resiko gerd juga makin besar. 


I love to see the world from above - LovelyDKawaii

Sekarang, aku sudah bisa minum kopi berkafein asal racik sendiri karena kalau beli di luar masih suka nggak enak di perut (kita nggak tahu mereka pake kopi apa). Kalau ngopi di luar pasti akhirnya sejam kemudian aku minum antasida. Aku dikenal sebagai apotek berjalan karena aku selalu bawa berbagai macam obat meskipun aku so far yang kuminum cuma antasida. Aku juga sudah bisa makan mie dan sambal. Semua tentu dalam batas wajar. Alhamdullilah. Aku mengalami perbaikan 90%. Obat psikiater juga lepas setelah 9 bulan. Kuncinya olahraga dan memang jaga makan dan pikiran. Nggak boleh kelelahan. Our body is our kingdom. God gives it to us in a very good condition so we have to take care of it mindfully. We are the one who should know our body. If you can listen to your body, it will show you when it needs rest and so on. Try to listen to your body more.  Sembuh dari Gerd - Anxie membuatku bisa lebih banyak traveling jauh seperti dulu dan makan lebih bervariasi. Sekarang semua kepanikan yang kualami menjadi sebuah hal yang lucu kalau diingat.

2. Expand my Bussiness

Aku sudah lama punya bisnis les online dan tahun ini aku kembangkan bukan hanya online tapi juga mendatangkan guru ke rumah. Aku banyak bekerjasama dengan guru-guru dari sekolah- sekolah di Jakarta dan feenya aku fair memberikan mereka bagian yang lebih besar. Kantorku ada di Meruya, Jakarta Barat dan bisnis ini adalah bisnis keluarga. Di kota lain adik ku yang menjalannya. Kami pernah bekerjasama dengan Hotel Santika untuk pelatihan bahasa Inggris buat karyawan-karyawannya. Alhamdulilah meski belum besar tapi usahaku ini berjalan dan bisa memberi penghidupan. Aku memang kurang dalam hal marketing karena jujur aku masih kerja sama orang juga jadi agak susah membagi fokusnya. Jadi biarlah yang penting sudah berjalan dan bisa merintis suatu usaha untuk bekal pensiun nanti. 

3. Menerbitkan Buku

Iseng-iseng aku ikut ambil bagian dalam sebuah buku antologi. isinya kumpulan cerita pendek. Aku akan segera pasang link di shopee dan tokopedia nantinya ketika bukunya sudah terbit. Sekarang masih proses cetak. Buku ini kumpulan cerita tentang orang-orang yang mau nggak mau harus belajar menjadi rapuh. Karena menangis itu manusiawi. Kita nggak perlu menjadi kuat setiap saat. Menangis bukan berarti gagal dan kalah kok. Kita justru harus belajar merasakan dan melepaskan semua emosi dalam hidup ini.

Nah itulah pencapaian besar aku di 2025. Sekarang ada beberapa hal juga yang aku mau capai di 2026 ini.

2026

1. Detox Tubuh

Aku punya keinginan bisa lebih banyak makan sayur dan buah (kalau jadi vegan kayaknya masih berat sih). Aku mau belajar melakukan intermittten fasting lebih panjang. Intinya aku mau membersihkan racun di tubuhku agar tubuh lebih enteng. Aku juga pengen nambah jam nge gym juga agar bisa setiap hari. Tahun ini setiap mau datang bulan aku juga selalu berjerawat, padahal seumur - umur aku tidak pernah jerawatan. Makanya aku belum pernah perawatan skin care di klinik karena aku memang tidak pernah punya masalah. Aku punya kulit yang sensitif sehingga digigit nyamuk pun langsung bekasnya nggak hilang. Makanya mau nggak mau sepertinya aku harus memberanikan diri ke beauty klinik. Apasih yang bikin takut? Aku takut tidak cocok dan malah jadi hitam-hitam seperti beberapa kenalanku yang nggak cocok sama obat di kliniknya. Padahal klinik bagus juga. Mungkin karena sudah memasuki usia pre-meopause juga maka hormon juga mulai lebih gonjang-ganjing. 😁😅 Ininya di tahun ini aku harus sisihkan waktu untuk perawatan wajah dan juga rambut (karena mulai rontok-rontok).

2. Lebih Rajin dan Being Organized dalam Bekerja

Tahun 2025 aku diberikan tambahan tugas baru dimana awalnya terasa berat buat aku, tapi setelah kujalani ternyata aku bisa. Nah, jika aku masih diberikan kepercayaan yang sama, aku mau lebih organize lagi dalam membuat semua persiapannya agar tidak burn out dengan banyak ide tapi kelelahan dalam eksekusinya. Aku harus membagi tugas dengan teman agar tidak stress sendiri atau paling tidak aku bisa minta mereka share ideas. Semua pekerjaan itu menurut aku tidak ada yang enak kalau kita tidak into it, tidak ada passion jadi sebisa mungkin buatlah suasana kerja itu enak dan enjoyable sehingga bekerja rasanya juga tidak ada beban yang berarti. 

3. Turun Berat Badan

Aku mau turun BB bukan karena gegayaan tapi karena memang alasan kesehatan. Semakin gemuk, semakin aku beresiko gerd dan aku nggak mau itu terjadi lagi. Dulu aku bisa turun BB dengan gym dan diet dalam waktu 5 bulan...tapi sekarang memang agak sulit karena metabolisme juga mulai melambat. But there's a way when there's a will. Siapa sih yang nggak mau sih?

Well, that's all. Aku harap kalian semua yang baca juga mendapatkan banyak pencapaian di tahun 2025 dan makin bersinar lagi di tahun 2026. Sehat selalu semuanya. Happy New Year 2026!

x.o.xo

Dee

Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....