Saturday, 7 May 2022

Tersenyum dari Pikiran, Hati dan Bibir: Bukan Karena SKSD

Hello Deears,

Lama nggak menyapa rasanya gimana gitu ya? Well....menyapa itu memang hal yang sepele tapi ternyata memberikan arti yang sangat besar dalam sebuah hubungan di berbagai macam situasi dan kondisi. Apalagi dalam menyapa itu kita harus tersenyum. Senyum yang bukan hanya di muka saja tetapi juga dari hati. 

Bicara soal sapa menyapa ini saya jadi ingat beberapa kejadian yang pernah saya alami beberapa tahun lampau. Jadi waktu itu, saya adalah orang baru di sebuah dance community. Well...yes, saya hobi dansa. Meskipun bukan expert tapi saya bisa sedikit menari Belly Dance, Bachata, dan Salsa. Masih coba - coba belajar Kizomba yang ternyata tidak semudah seperti yang terlihat sih 😅

Di awal pertemuan saya dengan mudah bersosialisasi dengan tiga anggota lain karena memang saya sudah kenal mereka sebelumnya, meskipun kami berkomunikasi lebih sering melalui what's app daripada bertemu muka karena tak lama kemudian ada pandemik. Baru - baru ini, saya mendapat undangan dari mereka untuk gathering sekaligus berbuka bersama di sebuah hotel. Saya pun janjian berangkat bersama dengan seorang anggota lain yang cukup sering ngobrol dengan saya. 

Sesampainya disana, saya agak terkejut melihat orang - orang terkesan berkumpul di beberapa spots dengan yang saya sebut 'gank' masing - masing,  instead of berbaur. Sementara saya hanya duduk berempat dengan teman saya itu, berhubung kita anggota baru dan tidak terlalu kenal dengan anggota lainnya. Saya mencoba menyapa salah satu dari 'spot' tersebut dan mengajak mereka untuk berbaur ke depan agar bisa kenal dengan semua orang. Tetapi ternyata ajakan saya di tolak. Well, at least saya sudah berusaha ya. 😁😀 Saya berusaha menerapkan aturan etika bersosialisasi yang pernah saya baca. Yang terjadi kemudian adalah akward moment karena semua orang sibuk dengan kelompoknya sendiri - sendiri. Sepertinya sang host yang adalah seorang penari expat, menyadari adanya gap ini. Dia menyapa saya dan sedikit bercakap - cakap dengan saya (terharu banget rasanya disapa sama penari kondang 🥲). Dia kemudian meminta MC untuk membuat game dimana setiap tamu harus duduk dengan mereka yang baju atau tas atau sepatu berwarna sama. Mungkin agak tidak tepat yah karena ini bukan acara team bonding 😅😅, tapi saya paham bahwa tidak ada yang lebih akward dan menyedihkan bagi host atau tuan rumah daripada melihat tamu - tamunya tidak berbaur.  

Ternyata cara tersebut cukup berhasil dan yang tadinya canggung pun mulai saling sapa. Well, the art of conversation itu memang tidak mudah untuk dipraktekkan, tetapi dengan semakin kita berusaha mengenal orang lain diluar zona nyaman kita, semakin kita pun bisa menambah ilmu tentang bersosialisasi secara langsung. Tentunya kita memang tidak bisa memaksakan dengan siapa orang akan merasa lebih nyaman ngobrol. Karena itu kita sendiri harus memastikan bahwa kita tidak menjadi teman bicara yang membosankan dan yang paling penting saling menjaga etika saja, karena ini adalah acara gathering dimana tentunya semua diharapkan berpatisipasi untuk mewujudkan sebuah acara yang akrab dan hangat. 

Let's try to be a nice person by giving our smile from our heart and lips and mind. 💋😘

XoXo
Dee


Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....