Sunday, 16 January 2022

Baca Ini Sebelum Terlambat: Berkaca dari Lydia "Layangan Putus"

 



Hi Deears,

Lagi nonton serial Layangan Putus yah? Ituu lhooo...yang awalnya dari curhatan istri di sosmed soal suaminya yang selingkuh dan kemudian jadi viral. Nah, tahu kan. Well, berkaca dari kisah yang sebetulnya banyak di alami perempuan di Indonesia ini, saya tertarik untuk menyampaikan pendapat tentang bagaimana seorang wanita bisa menjadi wanita idaman lain - atau istilah jaman now "pelakor" - dalam sebuah rumah tangga. 

Perselingkuhan adalah kasus yang cukup familiar dari jaman dulu hingga sekarang. Ketika terjadi sebuah perselingkuhan dalam rumah tangga, masyarakat kita mempunyai pandangan sebagai berikut:

1. Pelakor di label sebagai bukan perempuan baik - baik.

2. Istri tidak becus melayani suami sehingga suami berselingkuh.

Bisa dilihat bukan, betapa kejamnya opini massa pada wanita meskipun mereka bersimpati pada si istri. Sementara si suami tidak terbebani oleh label - label semacam itu karena dia laki - laki. 

Menjadi seoang perempuan mandiri terutama di kota besar banyak tantangannya, termasuk tantangan bergaul dengan kolega ataupun teman pria yang sudah berkeluarga. Mungkin awalnya hanya sekedar teman lunch atau teman ngopi, tetapi kemudian berkembang menjadi sesuatu hal yang lebih dari itu. Pertanyaannya adalah: Is it okay dating a married man? No, it is never okay. You have to be ready to risk yourself to be hurt and also to create a collateral damage to his family.

Untuk kamu perempuan, terutama yang masih lajang, ada baiknya mempertimbangkan hal - hal berikut ini sebelum kamu terjerumus pada hubungan yang salah, yaitu berhubungan dengan suami orang. 

1. Jangan Naive dan Percaya Bahwa Kamu adalah Satu - Satunya

Banyak perempuan naive yang berusaha 'mengimani' bahwa dia adalah satu - satunya. Kenyataannya, seorang pria yang berselingkuh dari istrinya akan dengan mudah berselingkuh dengan wanita lain juga selain kamu. Jangan naive dengan percaya bahwa pernikahannya tidak bahagia, bahwa istrinya "pain in the ass". Sejujurnya, kamu adalah no one and nothing baginya.

2. Dia Tidak Akan Serius Denganmu Karena Kamu Bukan Prioritasnya

Chatmu lama dibalas? Atau ada saat dia susah dihubungi? Kemudian alasan dia adalah karena sedang bersama dengan keluarganya. Janji dinikahi tapi tak kunjung ada kemajuan dalam rencana itu? Saatnya mundur, girl! It means he is not looking anything serious with you. Lagipula akan sangat sulit building trust dalam hubungan semacam ini. Kamu hanya akan berakhir sakit hati. 

3. Kamu Akan Dijauhi Teman Karena Label "Pelakor"

Apapun alasanmu, bahwa kamu tertipu karena rayuan si pria yang berulang dan meyakinkan, pada akhirnya kamu hanyalah seorang "other woman" alias pelakor. Teman kantor akan mulai berbisik - bisik bahwa kamu perusak rumah tangga orang, perebut suami orang, perawan tua tak laku dan sebagainya. Well...kejam but it does really happen. So, apa kamu siap dengan konsekuensi sosial ini? 

4. Jangan Berkonfrontasi dengan Istri

Ada dua kemungkinan disini; istri yang mendatangi kamu atau kamu yang mendatangi istri karena merasa ditipu si pria. 

Apa yang harus kamu lakukan ketika kamu di datangi istrinya? Minta maaflah. Kalau memang tak tahu bahwa dia sudah beristri maka katakan kamu tak akan menghubunginya lagi. Jangan malah menantang si istri "Ask him to leave me". Ini jawaban perempuan rendahan tak bermoral dan tak berpendidikan. Jangan salahkan kalau kemudian istrinya ikut jadi bar - bar dengan mengatakan "Siapa kamu bagi suamiku" Perasaanmu pasti sakit sekali karena kamu tahu pasti bahwa kamu bukan istri, bukan pacar, bukan tunangan tapi kamu hanya gulali alias 'honey' secara temporary. Mungkin kamu hanyalah sebuah "rebound", pelampiasan sesaat. 

Kemungkinan kedua, kamu yang mendatangi si istri, adalah tindakan bodoh. Mungkin kamu pikir kamu bisa balas dendam sama si pria dengan mendatangi istrinya dan membeberkan hubungan rahasiamu, tapi yang banyak terjadi justru kamulah yang merugi. Kenapa? Karena dengan mendatangi si istri, kamu dengan suka rela mengatakan bahwa kamu adalah salah satu "rebound" girl yang secara suka rela menghibur suaminya. Justru biasanya, tindakan kamu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka somewhat how.

5. Jangan Pernah Berpikir "I am the winner"

In case pada akhirnya si pria meninggalkan istrinya, jangan pernah berpikir kamu adalah seorang pemenang. Instead, you're a loser! Dengan perceraian, akan ada banyak hal yang dikorbankan dari pihak si pria. Misalnya; anak dan juga finansial. Bisa jadi dia jadi jatuh miskin setelah perceraian, sementara kamu berpikir bahwa kamu telah mendapatkan 'jackpot'.

Jangan pernah berpikir kamu tidak akan dibandingkan dengan mantan istrinya. Ketika muncul masalah, maka dia akan mulai membandingkan bahwa mantan istrinya bisa meng-handle dia dan masalah keluarga dengan lebih baik. Sampai kapanpun, si mantan istri akan selalu menjadi bayanganmu.

Siapkah kamu dengan semua resiko di atas? Berhubungan dengan laki - laki yang sudah menikah itu tidak baik. Cintamu tidak salah, yang salah adalah bila kamu memanjakan cinta itu dan membutakan nuranimu. Akan ada banyak pihak yang terluka; anak, istri, orang tua, teman dan kamu sendiri. 

Perselingkuhan memang terjadi karena banyak faktor. Bukan selalu berarti istri tidak becus melayani suami. Tapi pointnya adalah, sebagai wanita yang punya value, hargailah dirimu dengan tidak menjadi salah satu faktor perselingkuhan tersebut. Bila terlanjur berhubungan dengan pria beristri, kuatkan hatimu untuk menyudahi hubungan itu dan katakan padanya untuk kembali pada keluarganya. 

In the end, I want to say to all of you, the women with value, you are so precious. Never let any man treats you bad and underestimates you. If you are unhappy, leave him in elegant way. Leave him with a dignity. You don't need to waste your time by barking like a street female dog a.k.a a bitch.

XoXo
Dee


Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....