Wednesday, 28 December 2022

NGELI NING ORA KELI: Prinsip Hidup Perempuan Berkelas




Hi Deears,

Menulis itu memang candu! Terakhir kali menulis adalah pada akhir tahun 2022. Selama bekerja di tempat yang baru ini, memang saya sama sekali tidak punya waktu untuk menyalurkan hobi menulis karena kesibukan yang luar biasa. Kebetulan saat ini saya sedang dalam liburan, jadi sambil nge - trip jalan - jalan ke beberapa tempat, saya sempatkan menuangkan sebuah wawasan tentang prinsip hidup yang sudah seharusnya menjadi pegangan setiap manusia di dunia ini.

Judul di atas saya tulis dalam bahasa Jawa. Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Sebuah falsafah Jawa yang artinya adalah menyesuaikan mengalirnya air, sengaja mengikuti arus tetapi tidak terbawa arus. Sebuah filosofi yang artinya cukup dalam. Filosofi ini didasari pada ajaran Islam dimana sebagai umat Islam yang baik diharapkan bisa mengikuti arus perkembangan jaman tanpa menjadi terlena di dalamnya. Perkembangan teknologi di dunia global telah membuat banyak kemudahan bagi kita untuk mengakses segala informasi. Sebegitu mudahnya sehingga ujung jari kita terkadang mengetuk tombol "share" tanpa memvalidasi kebenaran informasi tersebut. Mereka yang mudah terbawa arus biasanya akan menjadi korban dari ke-tidak-sahih-an  informasi tersebut. Tidak sedikit dari kita yang kurang bisa menempatkan diri di lingkungan sosial dan akhirnya kehilangan jati dirinya karena mengikuti arus yang belum tentu sesuai dengan kemampuannya atau hanya demi sebuah pujian, bahkan menghalalkan segala cara untuk meraih sebuah pengakuan termasuk menebarkan gosip atau hoax yang menjatuhkan sesama.

Saya mau membahas bagaimana menjadi perempuan yang punya value di tengah serbuan teknologi dan informasi tersebut yang kemudian berimbas pada perubahan pola pikir, cara pandang dan gaya hidup seseorang. Kehormatan dan harga diri terkadang menjadi hal yang sengaja di lupakan oleh perempuan di jaman yang semakin edan ini. Lalu bagaimana caranya menjadi perempuan elegan atau berkelas yang tau menempatkan diri dan bersikap serta tetap memegang teguh prinsip hidupnya meskipun bergaul bersama dengan banyak macam orang dan dalam berbagai macam situasi? Berikut opini dari saya: 

1. Menjaga Harga Diri dan Martabat

Perempuan yang berkelas tidak akan pernah merendahkan dirinya di depan orang lain; mau itu bawahannya, atasannya, koleganya atau bahkan pasangannya sendiri. Bukan berarti bahwa perempuan berkelas itu pantang minta maaf atau mengakui kesalahannya, tetapi dia tahu bagaimana menghadapi konfrontasi dan menyikapinya dengan dewasa. Seorang perempuan berkelas tahu bagaimana meminta maaf tanpa kehilangan martabatnya. 

2. Melakukan Semua Hal dengan Sepenuh Hati

Perempuan berkelas tidak mudah menyerah. Mereka mempunyai daya saing yang cukup tinggi dan siap berkompetisi secara sehat, bukan dengan menjegal atau menjatuhkan orang lain. Mereka paham bahwa ketika mereka melakukan segala hal dengan sepenuh hati, maka mereka akan mendapatkan buah yang manis. Karena itu, mereka selalu bekerja dengan efektif dan efisien sehingga kebanyakan dianggap kurang mampu bersosialisasi. Padahal, berdasarkan riset, perempuan berkelas justru para tukang pesta dan ratu gathering di waktu senggangnya. Mereka menunjukkan bahwa mereka mau dan mampu melakukan hal - hal yang dianggap sulit oleh orang lain. Sehingga, perempuan berkelas tidak mudah disepelekan oleh orang lain dan tidak mudah berkecil hati hanya karena gosip. 

3. Pandai Mengontrol Emosi

Perempuan berkelas tidak mengumbar emosinya dan belajar untuk memperlihatkan raut muka datar tanpa ekspresi meskipun dalam hatinya penuh gejolak. Mereka paham bagaimana mencari tahu duduk persoalannya dan paham mana yang perlu di cuekin dan mana yang perlu di bicarakan lebih lanjut. Mereka akan memilih pergi ketika tahu emosinya sudah tidak terkendali dan akan kembali ketika sudah bisa mengontrol emosinya.

4. Tidak Memperebutkan Cinta

Perempuan berkelas adalah mereka yang tahu kapasitasnya untuk dicintai lelakinya, sehingga dia tidak akan pernah merasa insecure dengan kehadiran perempuan lain. Mereka tahu mereka layak dicintai dan bahwa lelakinya tidak akan pergi. Berebut cinta justru akan membuat seorang perempuan menjadi "murahan" apalagi cinta lelaki milik orang lain. Seorang perempuan yang berkelas tahu bahwa dia layak mendapatkan perlakuan istimewa karena dia adalah someone special. Bila cinta tak berbalas maka mereka tahu kapan harus mundur dengan penuh martabat.

Itulah beberapa cara menjadi perempuan berkelas. Menjadi perempuan berkelas tidak melulu berhubungan dengan latar belakang pendidikan, karena semua bermuara pada pembelajaran dalam pergaulan, yang kemudian membentuk pola pikir dan sikap.

Jadi kita boleh saja mengikuti pergaulan tapi ingat jangan terbawa arus yang negatif, yang berlawanan dengan prinsip sebagai individu yang bermartabat.

Selamat mencoba menjadi perempuan mandiri yang bahagia lahir dan batin untuk generasi yang lebih baik. 

x.o.x.o
LovelyDee
281222



Saturday, 7 May 2022

Tersenyum dari Pikiran, Hati dan Bibir: Bukan Karena SKSD

Hello Deears,

Lama nggak menyapa rasanya gimana gitu ya? Well....menyapa itu memang hal yang sepele tapi ternyata memberikan arti yang sangat besar dalam sebuah hubungan di berbagai macam situasi dan kondisi. Apalagi dalam menyapa itu kita harus tersenyum. Senyum yang bukan hanya di muka saja tetapi juga dari hati. 

Bicara soal sapa menyapa ini saya jadi ingat beberapa kejadian yang pernah saya alami beberapa tahun lampau. Jadi waktu itu, saya adalah orang baru di sebuah dance community. Well...yes, saya hobi dansa. Meskipun bukan expert tapi saya bisa sedikit menari Belly Dance, Bachata, dan Salsa. Masih coba - coba belajar Kizomba yang ternyata tidak semudah seperti yang terlihat sih 😅

Di awal pertemuan saya dengan mudah bersosialisasi dengan tiga anggota lain karena memang saya sudah kenal mereka sebelumnya, meskipun kami berkomunikasi lebih sering melalui what's app daripada bertemu muka karena tak lama kemudian ada pandemik. Baru - baru ini, saya mendapat undangan dari mereka untuk gathering sekaligus berbuka bersama di sebuah hotel. Saya pun janjian berangkat bersama dengan seorang anggota lain yang cukup sering ngobrol dengan saya. 

Sesampainya disana, saya agak terkejut melihat orang - orang terkesan berkumpul di beberapa spots dengan yang saya sebut 'gank' masing - masing,  instead of berbaur. Sementara saya hanya duduk berempat dengan teman saya itu, berhubung kita anggota baru dan tidak terlalu kenal dengan anggota lainnya. Saya mencoba menyapa salah satu dari 'spot' tersebut dan mengajak mereka untuk berbaur ke depan agar bisa kenal dengan semua orang. Tetapi ternyata ajakan saya di tolak. Well, at least saya sudah berusaha ya. 😁😀 Saya berusaha menerapkan aturan etika bersosialisasi yang pernah saya baca. Yang terjadi kemudian adalah akward moment karena semua orang sibuk dengan kelompoknya sendiri - sendiri. Sepertinya sang host yang adalah seorang penari expat, menyadari adanya gap ini. Dia menyapa saya dan sedikit bercakap - cakap dengan saya (terharu banget rasanya disapa sama penari kondang 🥲). Dia kemudian meminta MC untuk membuat game dimana setiap tamu harus duduk dengan mereka yang baju atau tas atau sepatu berwarna sama. Mungkin agak tidak tepat yah karena ini bukan acara team bonding 😅😅, tapi saya paham bahwa tidak ada yang lebih akward dan menyedihkan bagi host atau tuan rumah daripada melihat tamu - tamunya tidak berbaur.  

Ternyata cara tersebut cukup berhasil dan yang tadinya canggung pun mulai saling sapa. Well, the art of conversation itu memang tidak mudah untuk dipraktekkan, tetapi dengan semakin kita berusaha mengenal orang lain diluar zona nyaman kita, semakin kita pun bisa menambah ilmu tentang bersosialisasi secara langsung. Tentunya kita memang tidak bisa memaksakan dengan siapa orang akan merasa lebih nyaman ngobrol. Karena itu kita sendiri harus memastikan bahwa kita tidak menjadi teman bicara yang membosankan dan yang paling penting saling menjaga etika saja, karena ini adalah acara gathering dimana tentunya semua diharapkan berpatisipasi untuk mewujudkan sebuah acara yang akrab dan hangat. 

Let's try to be a nice person by giving our smile from our heart and lips and mind. 💋😘

XoXo
Dee


Sunday, 16 January 2022

Baca Ini Sebelum Terlambat: Berkaca dari Lydia "Layangan Putus"

 



Hi Deears,

Lagi nonton serial Layangan Putus yah? Ituu lhooo...yang awalnya dari curhatan istri di sosmed soal suaminya yang selingkuh dan kemudian jadi viral. Nah, tahu kan. Well, berkaca dari kisah yang sebetulnya banyak di alami perempuan di Indonesia ini, saya tertarik untuk menyampaikan pendapat tentang bagaimana seorang wanita bisa menjadi wanita idaman lain - atau istilah jaman now "pelakor" - dalam sebuah rumah tangga. 

Perselingkuhan adalah kasus yang cukup familiar dari jaman dulu hingga sekarang. Ketika terjadi sebuah perselingkuhan dalam rumah tangga, masyarakat kita mempunyai pandangan sebagai berikut:

1. Pelakor di label sebagai bukan perempuan baik - baik.

2. Istri tidak becus melayani suami sehingga suami berselingkuh.

Bisa dilihat bukan, betapa kejamnya opini massa pada wanita meskipun mereka bersimpati pada si istri. Sementara si suami tidak terbebani oleh label - label semacam itu karena dia laki - laki. 

Menjadi seoang perempuan mandiri terutama di kota besar banyak tantangannya, termasuk tantangan bergaul dengan kolega ataupun teman pria yang sudah berkeluarga. Mungkin awalnya hanya sekedar teman lunch atau teman ngopi, tetapi kemudian berkembang menjadi sesuatu hal yang lebih dari itu. Pertanyaannya adalah: Is it okay dating a married man? No, it is never okay. You have to be ready to risk yourself to be hurt and also to create a collateral damage to his family.

Untuk kamu perempuan, terutama yang masih lajang, ada baiknya mempertimbangkan hal - hal berikut ini sebelum kamu terjerumus pada hubungan yang salah, yaitu berhubungan dengan suami orang. 

1. Jangan Naive dan Percaya Bahwa Kamu adalah Satu - Satunya

Banyak perempuan naive yang berusaha 'mengimani' bahwa dia adalah satu - satunya. Kenyataannya, seorang pria yang berselingkuh dari istrinya akan dengan mudah berselingkuh dengan wanita lain juga selain kamu. Jangan naive dengan percaya bahwa pernikahannya tidak bahagia, bahwa istrinya "pain in the ass". Sejujurnya, kamu adalah no one and nothing baginya.

2. Dia Tidak Akan Serius Denganmu Karena Kamu Bukan Prioritasnya

Chatmu lama dibalas? Atau ada saat dia susah dihubungi? Kemudian alasan dia adalah karena sedang bersama dengan keluarganya. Janji dinikahi tapi tak kunjung ada kemajuan dalam rencana itu? Saatnya mundur, girl! It means he is not looking anything serious with you. Lagipula akan sangat sulit building trust dalam hubungan semacam ini. Kamu hanya akan berakhir sakit hati. 

3. Kamu Akan Dijauhi Teman Karena Label "Pelakor"

Apapun alasanmu, bahwa kamu tertipu karena rayuan si pria yang berulang dan meyakinkan, pada akhirnya kamu hanyalah seorang "other woman" alias pelakor. Teman kantor akan mulai berbisik - bisik bahwa kamu perusak rumah tangga orang, perebut suami orang, perawan tua tak laku dan sebagainya. Well...kejam but it does really happen. So, apa kamu siap dengan konsekuensi sosial ini? 

4. Jangan Berkonfrontasi dengan Istri

Ada dua kemungkinan disini; istri yang mendatangi kamu atau kamu yang mendatangi istri karena merasa ditipu si pria. 

Apa yang harus kamu lakukan ketika kamu di datangi istrinya? Minta maaflah. Kalau memang tak tahu bahwa dia sudah beristri maka katakan kamu tak akan menghubunginya lagi. Jangan malah menantang si istri "Ask him to leave me". Ini jawaban perempuan rendahan tak bermoral dan tak berpendidikan. Jangan salahkan kalau kemudian istrinya ikut jadi bar - bar dengan mengatakan "Siapa kamu bagi suamiku" Perasaanmu pasti sakit sekali karena kamu tahu pasti bahwa kamu bukan istri, bukan pacar, bukan tunangan tapi kamu hanya gulali alias 'honey' secara temporary. Mungkin kamu hanyalah sebuah "rebound", pelampiasan sesaat. 

Kemungkinan kedua, kamu yang mendatangi si istri, adalah tindakan bodoh. Mungkin kamu pikir kamu bisa balas dendam sama si pria dengan mendatangi istrinya dan membeberkan hubungan rahasiamu, tapi yang banyak terjadi justru kamulah yang merugi. Kenapa? Karena dengan mendatangi si istri, kamu dengan suka rela mengatakan bahwa kamu adalah salah satu "rebound" girl yang secara suka rela menghibur suaminya. Justru biasanya, tindakan kamu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka somewhat how.

5. Jangan Pernah Berpikir "I am the winner"

In case pada akhirnya si pria meninggalkan istrinya, jangan pernah berpikir kamu adalah seorang pemenang. Instead, you're a loser! Dengan perceraian, akan ada banyak hal yang dikorbankan dari pihak si pria. Misalnya; anak dan juga finansial. Bisa jadi dia jadi jatuh miskin setelah perceraian, sementara kamu berpikir bahwa kamu telah mendapatkan 'jackpot'.

Jangan pernah berpikir kamu tidak akan dibandingkan dengan mantan istrinya. Ketika muncul masalah, maka dia akan mulai membandingkan bahwa mantan istrinya bisa meng-handle dia dan masalah keluarga dengan lebih baik. Sampai kapanpun, si mantan istri akan selalu menjadi bayanganmu.

Siapkah kamu dengan semua resiko di atas? Berhubungan dengan laki - laki yang sudah menikah itu tidak baik. Cintamu tidak salah, yang salah adalah bila kamu memanjakan cinta itu dan membutakan nuranimu. Akan ada banyak pihak yang terluka; anak, istri, orang tua, teman dan kamu sendiri. 

Perselingkuhan memang terjadi karena banyak faktor. Bukan selalu berarti istri tidak becus melayani suami. Tapi pointnya adalah, sebagai wanita yang punya value, hargailah dirimu dengan tidak menjadi salah satu faktor perselingkuhan tersebut. Bila terlanjur berhubungan dengan pria beristri, kuatkan hatimu untuk menyudahi hubungan itu dan katakan padanya untuk kembali pada keluarganya. 

In the end, I want to say to all of you, the women with value, you are so precious. Never let any man treats you bad and underestimates you. If you are unhappy, leave him in elegant way. Leave him with a dignity. You don't need to waste your time by barking like a street female dog a.k.a a bitch.

XoXo
Dee


Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....