Hi Deears,
Menulis itu memang candu! Terakhir kali menulis adalah pada akhir tahun 2022. Selama bekerja di tempat yang baru ini, memang saya sama sekali tidak punya waktu untuk menyalurkan hobi menulis karena kesibukan yang luar biasa. Kebetulan saat ini saya sedang dalam liburan, jadi sambil nge - trip jalan - jalan ke beberapa tempat, saya sempatkan menuangkan sebuah wawasan tentang prinsip hidup yang sudah seharusnya menjadi pegangan setiap manusia di dunia ini.
Judul di atas saya tulis dalam bahasa Jawa. Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Sebuah falsafah Jawa yang artinya adalah menyesuaikan mengalirnya air, sengaja mengikuti arus tetapi tidak terbawa arus. Sebuah filosofi yang artinya cukup dalam. Filosofi ini didasari pada ajaran Islam dimana sebagai umat Islam yang baik diharapkan bisa mengikuti arus perkembangan jaman tanpa menjadi terlena di dalamnya. Perkembangan teknologi di dunia global telah membuat banyak kemudahan bagi kita untuk mengakses segala informasi. Sebegitu mudahnya sehingga ujung jari kita terkadang mengetuk tombol "share" tanpa memvalidasi kebenaran informasi tersebut. Mereka yang mudah terbawa arus biasanya akan menjadi korban dari ke-tidak-sahih-an informasi tersebut. Tidak sedikit dari kita yang kurang bisa menempatkan diri di lingkungan sosial dan akhirnya kehilangan jati dirinya karena mengikuti arus yang belum tentu sesuai dengan kemampuannya atau hanya demi sebuah pujian, bahkan menghalalkan segala cara untuk meraih sebuah pengakuan termasuk menebarkan gosip atau hoax yang menjatuhkan sesama.
Saya mau membahas bagaimana menjadi perempuan yang punya value di tengah serbuan teknologi dan informasi tersebut yang kemudian berimbas pada perubahan pola pikir, cara pandang dan gaya hidup seseorang. Kehormatan dan harga diri terkadang menjadi hal yang sengaja di lupakan oleh perempuan di jaman yang semakin edan ini. Lalu bagaimana caranya menjadi perempuan elegan atau berkelas yang tau menempatkan diri dan bersikap serta tetap memegang teguh prinsip hidupnya meskipun bergaul bersama dengan banyak macam orang dan dalam berbagai macam situasi? Berikut opini dari saya:
1. Menjaga Harga Diri dan Martabat
Perempuan yang berkelas tidak akan pernah merendahkan dirinya di depan orang lain; mau itu bawahannya, atasannya, koleganya atau bahkan pasangannya sendiri. Bukan berarti bahwa perempuan berkelas itu pantang minta maaf atau mengakui kesalahannya, tetapi dia tahu bagaimana menghadapi konfrontasi dan menyikapinya dengan dewasa. Seorang perempuan berkelas tahu bagaimana meminta maaf tanpa kehilangan martabatnya.
2. Melakukan Semua Hal dengan Sepenuh Hati
Perempuan berkelas tidak mudah menyerah. Mereka mempunyai daya saing yang cukup tinggi dan siap berkompetisi secara sehat, bukan dengan menjegal atau menjatuhkan orang lain. Mereka paham bahwa ketika mereka melakukan segala hal dengan sepenuh hati, maka mereka akan mendapatkan buah yang manis. Karena itu, mereka selalu bekerja dengan efektif dan efisien sehingga kebanyakan dianggap kurang mampu bersosialisasi. Padahal, berdasarkan riset, perempuan berkelas justru para tukang pesta dan ratu gathering di waktu senggangnya. Mereka menunjukkan bahwa mereka mau dan mampu melakukan hal - hal yang dianggap sulit oleh orang lain. Sehingga, perempuan berkelas tidak mudah disepelekan oleh orang lain dan tidak mudah berkecil hati hanya karena gosip.
3. Pandai Mengontrol Emosi
Perempuan berkelas tidak mengumbar emosinya dan belajar untuk memperlihatkan raut muka datar tanpa ekspresi meskipun dalam hatinya penuh gejolak. Mereka paham bagaimana mencari tahu duduk persoalannya dan paham mana yang perlu di cuekin dan mana yang perlu di bicarakan lebih lanjut. Mereka akan memilih pergi ketika tahu emosinya sudah tidak terkendali dan akan kembali ketika sudah bisa mengontrol emosinya.
4. Tidak Memperebutkan Cinta
Perempuan berkelas adalah mereka yang tahu kapasitasnya untuk dicintai lelakinya, sehingga dia tidak akan pernah merasa insecure dengan kehadiran perempuan lain. Mereka tahu mereka layak dicintai dan bahwa lelakinya tidak akan pergi. Berebut cinta justru akan membuat seorang perempuan menjadi "murahan" apalagi cinta lelaki milik orang lain. Seorang perempuan yang berkelas tahu bahwa dia layak mendapatkan perlakuan istimewa karena dia adalah someone special. Bila cinta tak berbalas maka mereka tahu kapan harus mundur dengan penuh martabat.
Itulah beberapa cara menjadi perempuan berkelas. Menjadi perempuan berkelas tidak melulu berhubungan dengan latar belakang pendidikan, karena semua bermuara pada pembelajaran dalam pergaulan, yang kemudian membentuk pola pikir dan sikap.
Jadi kita boleh saja mengikuti pergaulan tapi ingat jangan terbawa arus yang negatif, yang berlawanan dengan prinsip sebagai individu yang bermartabat.
Selamat mencoba menjadi perempuan mandiri yang bahagia lahir dan batin untuk generasi yang lebih baik.
LovelyDee
281222

