Wednesday, 7 January 2026

Another Year, Another Resolution

Hi...Deears..

How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊 

Everyone for sure has problems, obstacles in their life. I have many problems too...dealing with things I felt hard to do in the beginning but in the end when we tried our best..well....it's done without any drama. 

So, I will share my reflection during 2025 and also things I want to do in 2026.

2025

1. Sembuh dari Gerd Anxiety

It's my awakening year since I have suffered from gerd and anxiety which..you know..made my everyday life harder. Desember 2022 aku keseleo waktu angkat meja anak di sekolah untuk event pot luck party. Mejanya kuangkat di atas kepala dan aku pakai wedges sehingga mungkin aku kehilangan pijakan yang stabil. Berasa sakit di pinggang yang hari berikutnya naik ke punggung dimana aku bangun daro tempat tidur sakit banget. Ke dokter saraf dikasih natrium diclofenac dan juga sempat ke fisioterapis. Nah...karena nyaman, aku minum pereda nyeri itu 2 atau 3 mingguan tanpa pengawasan dokter agar aku bisa liburan sama keluarga. 

Akhirnya, tgl 6 Januari 2023 di tengah malam aku bangun dengan menggigil kedidingan. AC kumatikan, aku muntah sedikit tapi warnanya kuning pekat. Seperti biasa sebelum tidur aku minum kental manis coklat (aku belum tahu ada penyakit namanya asam lambung naik dan ternyata susu memperburuk keadaaan). Kemudian aku ke toilet tapi kakiku kena air tambah kedinginan. Aku tidur lagi dan nggak lama kebangun dengan perasaan kaget plus mau gerak susah, deg-degan and nafas pendek - pendek, tenggorokan tercekik dan mau keluarin suara susah sekali. Akhirnya aku bisa bangun dan bersuara. Aku langsung lari ke dan duduk di sofa, menggigil, berkunang - kunang seperti mau pingsan. Panik bangeeetttt. Suamiku lagi on the phone waktu itu karena dia bekerja dengan orang-orang beda zona. 

Langsung dia bawa aku ke IGD rumah sakit terdekat, yang bahkan kita sebelumnya nggak tahu bahwa di dekat apartemen kita ada rumah sakit itu. Security ikutan panik lihat aku bilang "I can't breath, Pak" 

Lucunya, sampai IGD aku lari ke dalam ruangan dan membuat kaget semua dokter dan suster disitu. Berulang kali aku bilang nggak bisa nafas. Tapi dokter bilang kalau aku nggak bisa nafas, aku nggak mungkin bisa lari dan bicara lancar begitu. Dia memegang tanganku dan menenangkan aku. Ohhh...iyaaa...aku baru sadar aku bisa kok nafas hahahahah....kalau ingat aku masih ngakak. 

Wait belum selesai loh. Aku di EKG, di X ray dada, di ambil darah dll. Semua normal. Dokternya tanya tadi minum obat atau  makan apa aja....and in the end dia bilang "Ibu kena maag yang mungkin juga asam lambung ibu naik ke tenggorokan" Dia nggak ada sebut GERD. Aku pernah kena maag tapi dikasih dokter inpepsa dan omeprazole seminggu sembuh. Itu juga karena makan pedes. Habis itu bisa makan dan minum seperti biasa. Nah akhirnya aku periksalah ke rumah sakit yang lebih besar. Aku diminta ke banyak dokter spesialis untuk cek ini itu. Diagnosisnya memang aku ada sympthom Gerd. Aku dikasih obat standar macem PPI, anti mual dan sucralfat. Hanya saja aku jadi g berani makan dan g bisa tidur karena takut tiba - tiba kena serangan gerd lagi di tengah malem. Sehingga dokter meresepkan obat penenang juga yang bikin aku ngantuk tiap kerja. Sebulan g ada perubahan aku diminta periksa ke psikater. Di psikiater aku diresepkan clobazam dan alprazolam. Tapi aku hanya minum alprazolamnya karena clobazam nggak direspon bagus sama tubuhku. Karena aku takut obat, aku nggak langsung minum obatnya sampai kemudian kontrol yang kedua atau ketiga kalinya (aku lupa) psikiaternya jelasin gamblang tentang semua obat2 itu. Dia bilang "Ibu harus percaya sama saya dan jangan hentikan obat sendiri ya. nanti akan di taper off pelan-pelan. Lagipula dosis alprazolam ini kecil. Hanya 0.5mg sekali sehari". Aku mau sembuh, akhirnya aku minum obat itu and as I said before ada drama dengan clobazam dimana kuminum langsung jantungnya "Deg" gitu kenceng. So, aku hanya pilih minum alprazolam meskipun resiko addictionnya jadi lebih besar karena tidak ada pendampingnya.

 3 bulan badanku turun drastis dari 82kg (aku obese yah haha) ke 65kg. Hari-hari rasanya malaaasss. Dandan malas apalagi olahraga. Sering nggak masuk karena badan nggak enak. Bosku sampai panggil aku dan kasih motivasi. "Ini psikosomatik jadi hanya dari pikiran. Kamu harus bisa lawan. Meditasi dan olah nafas", katanya. Bosku yang lain bilang,"Jangan takut mati. Dekatkan diri pada Allah SWT." Dan benar memang semua yang mereka katakan. Aku ada Gerd dan jadi ada anxiety disorder (panic attack- gangguan cemas panik karena trauma kena serangan gerd). Aku pun juga akhirnya ganti dokter internis dan obat PPI nya diganti yang lebih kuat dan alhamdulilah aku membaik. Di bulan kelima aku mulai olahraga jalan kaki sekuatku (kadang parno  kalau tiba-tiba jantung berdebar kencang padahal orang olahraga ya pasti heart rate nya naik) dan di saat bersamaan aku belajar olah nafas dan meditasi. Aku menemukan chanel seorang psikiater yang bagus banget, Dr. Andri Psikosomatik yang tenyata adalah dokternya teman sekantor aku. For my surprise, ternyata di kantor ada banyak orang yang kena gerd anxie. Jadi aku tidak sendiri dan share sama mereka juga. 

Nah, aku terus meditasi, pilates, yoga dan olahraga. Di bulan ke sembilan aku sudah bisa kembali makan makanan yang lebih bervariasi (kucoba beberapa sendok dulu dan tunggu 30 menitan untuk tahu reaksi lambung). Dari yang tiap pagi maka oatmeal dan pisang, lunch tempe/tahu/ikan kembung rebus dan sayur bayam, malam repeat lagi...hahaha ke makanan yang lain. Tapi sampai tahun ke dua di 2024 aku masih konsisten makan oatmeal, no kafein dan makan non minyak. Badanku mulai naik beberapa kilogram dan di awal 2025 aku mulai minum kopi decaf, susu masih nggak bisa. Badanku naik lagi jadi 70kg. Alhamdulilah. Aku sempet takut bakalan mengurus terus. Kemudian aku hamil (aku nggak sadar kalau berisi) dan aku ternyata keguguran di minggu ke enam dan opname beberapa hari. Ini tahunya hamil bukan ketika opname, karena saat opname aku mens banyak sekali. Dokter juga kasih obat2 lambung saja dan tes darah tapi belum tes HCG. Akhirnya keluar aku diminta untuk kontrol ke obsgyn. dan hasil tes nya ternyata ada tanda pernah terjadi kehamilan.  Di sini BB aku 77kg. Setelah hamil aku berusaha untuk turun BB  karena kalau sampai obesitas lagi resiko gerd juga makin besar. 


I love to see the world from above - LovelyDKawaii

Sekarang, aku sudah bisa minum kopi berkafein asal racik sendiri karena kalau beli di luar masih suka nggak enak di perut (kita nggak tahu mereka pake kopi apa). Kalau ngopi di luar pasti akhirnya sejam kemudian aku minum antasida. Aku dikenal sebagai apotek berjalan karena aku selalu bawa berbagai macam obat meskipun aku so far yang kuminum cuma antasida. Aku juga sudah bisa makan mie dan sambal. Semua tentu dalam batas wajar. Alhamdullilah. Aku mengalami perbaikan 90%. Obat psikiater juga lepas setelah 9 bulan. Kuncinya olahraga dan memang jaga makan dan pikiran. Nggak boleh kelelahan. Our body is our kingdom. God gives it to us in a very good condition so we have to take care of it mindfully. We are the one who should know our body. If you can listen to your body, it will show you when it needs rest and so on. Try to listen to your body more.  Sembuh dari Gerd - Anxie membuatku bisa lebih banyak traveling jauh seperti dulu dan makan lebih bervariasi. Sekarang semua kepanikan yang kualami menjadi sebuah hal yang lucu kalau diingat.

2. Expand my Bussiness

Aku sudah lama punya bisnis les online dan tahun ini aku kembangkan bukan hanya online tapi juga mendatangkan guru ke rumah. Aku banyak bekerjasama dengan guru-guru dari sekolah- sekolah di Jakarta dan feenya aku fair memberikan mereka bagian yang lebih besar. Kantorku ada di Meruya, Jakarta Barat dan bisnis ini adalah bisnis keluarga. Di kota lain adik ku yang menjalannya. Kami pernah bekerjasama dengan Hotel Santika untuk pelatihan bahasa Inggris buat karyawan-karyawannya. Alhamdulilah meski belum besar tapi usahaku ini berjalan dan bisa memberi penghidupan. Aku memang kurang dalam hal marketing karena jujur aku masih kerja sama orang juga jadi agak susah membagi fokusnya. Jadi biarlah yang penting sudah berjalan dan bisa merintis suatu usaha untuk bekal pensiun nanti. 

3. Menerbitkan Buku

Iseng-iseng aku ikut ambil bagian dalam sebuah buku antologi. isinya kumpulan cerita pendek. Aku akan segera pasang link di shopee dan tokopedia nantinya ketika bukunya sudah terbit. Sekarang masih proses cetak. Buku ini kumpulan cerita tentang orang-orang yang mau nggak mau harus belajar menjadi rapuh. Karena menangis itu manusiawi. Kita nggak perlu menjadi kuat setiap saat. Menangis bukan berarti gagal dan kalah kok. Kita justru harus belajar merasakan dan melepaskan semua emosi dalam hidup ini.

Nah itulah pencapaian besar aku di 2025. Sekarang ada beberapa hal juga yang aku mau capai di 2026 ini.

2026

1. Detox Tubuh

Aku punya keinginan bisa lebih banyak makan sayur dan buah (kalau jadi vegan kayaknya masih berat sih). Aku mau belajar melakukan intermittten fasting lebih panjang. Intinya aku mau membersihkan racun di tubuhku agar tubuh lebih enteng. Aku juga pengen nambah jam nge gym juga agar bisa setiap hari. Tahun ini setiap mau datang bulan aku juga selalu berjerawat, padahal seumur - umur aku tidak pernah jerawatan. Makanya aku belum pernah perawatan skin care di klinik karena aku memang tidak pernah punya masalah. Aku punya kulit yang sensitif sehingga digigit nyamuk pun langsung bekasnya nggak hilang. Makanya mau nggak mau sepertinya aku harus memberanikan diri ke beauty klinik. Apasih yang bikin takut? Aku takut tidak cocok dan malah jadi hitam-hitam seperti beberapa kenalanku yang nggak cocok sama obat di kliniknya. Padahal klinik bagus juga. Mungkin karena sudah memasuki usia pre-meopause juga maka hormon juga mulai lebih gonjang-ganjing. 😁😅 Ininya di tahun ini aku harus sisihkan waktu untuk perawatan wajah dan juga rambut (karena mulai rontok-rontok).

2. Lebih Rajin dan Being Organized dalam Bekerja

Tahun 2025 aku diberikan tambahan tugas baru dimana awalnya terasa berat buat aku, tapi setelah kujalani ternyata aku bisa. Nah, jika aku masih diberikan kepercayaan yang sama, aku mau lebih organize lagi dalam membuat semua persiapannya agar tidak burn out dengan banyak ide tapi kelelahan dalam eksekusinya. Aku harus membagi tugas dengan teman agar tidak stress sendiri atau paling tidak aku bisa minta mereka share ideas. Semua pekerjaan itu menurut aku tidak ada yang enak kalau kita tidak into it, tidak ada passion jadi sebisa mungkin buatlah suasana kerja itu enak dan enjoyable sehingga bekerja rasanya juga tidak ada beban yang berarti. 

3. Turun Berat Badan

Aku mau turun BB bukan karena gegayaan tapi karena memang alasan kesehatan. Semakin gemuk, semakin aku beresiko gerd dan aku nggak mau itu terjadi lagi. Dulu aku bisa turun BB dengan gym dan diet dalam waktu 5 bulan...tapi sekarang memang agak sulit karena metabolisme juga mulai melambat. But there's a way when there's a will. Siapa sih yang nggak mau sih?

Well, that's all. Aku harap kalian semua yang baca juga mendapatkan banyak pencapaian di tahun 2025 dan makin bersinar lagi di tahun 2026. Sehat selalu semuanya. Happy New Year 2026!

x.o.xo

Dee

Thursday, 11 September 2025

When Another Woman Flirts With Your Husband: How to Handle It Gracefully


 Hi Deears,

Talking about relationship between husband and wife is interesting. Especially, about trust issue triggered by "the other woman".  I want to share my opinion based on my experience in the past that works well to save a marriage. Well...man is a man and you need to know tips and trick to keep the sparks in your marriage.

Few things can sting more than noticing another woman trying to flirt with your husband. It can spark feelings of anger, jealousy, or even self-doubt. But while those emotions are natural, how you choose to respond matters is the most important point. The goal isn’t to create drama or lose your peace — it’s to protect your marriage with dignity and confidence.

Here are some smart, graceful ways to deal with the situation:

1. Stay Calm and Observe

Not every smile or friendly comment is flirting. Before reacting, take a step back and watch the situation. If it’s harmless, it may pass on its own. If it becomes a pattern, then you know it’s time to address it.

2. Talk to Your Husband First

Your husband is your partner — and the first person you should turn to. Share your feelings honestly and calmly. Instead of blaming, try using “I” statements, like “I feel uncomfortable/jealous when she/you…”. This makes it easier for him to understand your perspective without feeling attacked.

3. Ask Him to Set Boundaries

If the flirting continues, your husband should be the one to make it clear that he’s not interested. When boundaries come directly from him, it both protects your marriage and reinforces the trust between you.

4. Stand Confident in Yourself and Your Marriage

Jealousy often gives more power to the other woman than she deserves. Instead, show quiet confidence. Remember, your husband chose you. Self-assurance can be more effective than any confrontation.

5. Be Polite but Firm if You Must Step In

If she persists even after your husband has drawn the line, you may need to address her directly. Keep it polite, but let your tone or presence send the message: your marriage deserves respect.

6. Focus on Strengthening Your Marriage

At the end of the day, the woman isn’t the real issue — the health of your relationship is. Put your energy into deepening your bond with your husband. A strong, united marriage naturally leaves little space for interference.

So,

Dealing with a flirty outsider is never easy, but you don’t have to let it steal your peace. With calm communication, clear boundaries, and confidence in yourself, you can handle it gracefully while keeping your marriage strong.

What do you think? Have you ever faced a similar situation? Share your thoughts in the comments — your story might help someone else going through the same thing. And if you found this advice useful, don’t forget to share it with a friend who needs it. 😘

X.o.x.o

Dee

Friday, 1 December 2023

How I am Dealing with My Dyspepsia dan Anxiety Disorder

 Hi Deears,

Desember! Hari ini hari pertama di bulan terakhir akhir tahun 2023.  Berarti sudah 11 bulan sejak pertama kali aku kena serangan asam lambung dan bulan ke 7 sejak aku menjalani terapi dengan psikiater. Saat ini aku masih dalam proses taper off obatnya. Aku masih minum obat dengan dosis 0.25mg 1x sehari, karena ketika kucoba selang-seling ternyata respon tubuh aku belum begitu bagus. 

Sempat banyak orang bertanya-tanya bagaimana aku menjalani hari-hariku dengan asam lambung dan anxiety yang membuatku kehilangan berat badan sekitar 16 kg dalam waktu 4 bulan. Apakah anxiety menyebabkan penderitanya menjadi kurus? Tidak selalu sih. Tetapi memang pada beberapa kasus, penderita anxiety kehilangan selera makan. Kalau kasusku, aku memang jaga makan karena aku tidak mau otot esofagus aku tertekan oleh lemak sehingga semakin sesak nafas bila asam lambung naik. Well..mungkin aku bisa sedikit memberikan gambaran apa yang dialami penderita anxiety atau lebih tepatnya dalam kasusku adalah panic attack atau panic disorder (gangguan cemas panik). 

Sama seperti namanya, cemas panik, maka penyebab dari datangnya gangguan ini adalah karena kecemasan yang berlebihan. Ketika cemas sudah berlebihan maka panik datang menyerang. Semua orang mempunyai rasa cemas dan juga kadang panik. Tapi pada penderita gangguan cemas panik, karena cemasnya berlebihan maka respon tubuhpun juga berbeda. Tubuh seolah tidak bisa dikontrol lagi oleh pikiran. Ketika rasa panik menyerang, kaki terasa dingin dan seperti ada yang berjalan dari ujung kaki ke ujung kepala. Biasanya disini penderita mulai tambah panik kalau dia tidak bisa mengatasi sendiri serangan panik ini. Setelah itu rasanya seperti melayang, pandangan kabur dan bila sudah tak terkontrol jantung berdebar dan nafas terasa sesak. Sehingga maunya dibawa ke IGD melulu. Padahal sebetulnya tidak apa-apa.

Di bulan pertama dan kedua karena sama sekali buta dengan panic attack ini, aku betul-betul ketakutan sampai tidak berani berada dirumah sendiri. Untung suamiku support untuk berani konsul ke psikiater karena dulu dia juga pernah kena serangan yang sama karena trauma kecelakaan mobil dan menjalani pengobatan selama 6 bulan. Sejak kena asam lambung dan anxiety sampai bulan ke enam aku sangat menjaga pola makan dan pola hidup (pola tidur dan pola pikir). Aku makan 5x sehari tapi sedikit-sedikit. Untuk breakfast, aku makan oatmeal dan madu. Antara jam 9-10 aku makan nasi 5 suap dengan lauk tempe/tahu/ikan rebus. Kemudian di rentang waktu antara jam 11-12 aku makan siang dengan menu yang sama. Jam 4 sore aku makan snack dan terakhir jam 6 sore aku makan malam dengan sayuran hijau dan lauk rebusan lagi. Kalau toh aku makan lauk goreng, aku akan serap dengan tissue dulu sampai minyaknya kering. 

Aku tidak rebahan sampai dua jam setelah makan. Ini untuk menghindari reflux asam. Selain itu aku tidak makan roti dari terigu, tidak minum teh dan kopi sehingga asupan gula juga banyak berkurang. No wonder kan kalau berat badanku turun drastis. Ketika tubuh dan pikiranku mulai sinkron dan tubuhku mulai kuat, aku mulai hit the gym lagi untuk tahu apakah jantungku baik-baik saja. Aku mulai dengan treadmill 15 menit dan main dumbell. Ternyata aku baik-baik saja. Sama seperti hasil EKG dan lain-lainnya. Everything's fine. 

Di bulan ketujuh aku mulai makan bervariasi tapi aku masih diminta dokter menjaga berat badan agar tetap stabil karena aku sebelumnya memang obese. Sampai saat ini, aku masih suka sarapan oatmeal dan memang olahraga itu membantu pemulihan sistem saraf pusat kita. Karena itu, untuk kalian yang punya asam lambung dan anxiety, jangan malas bergerak. Keluarlah dan olahraga. Sekuatnya. Kalau memang kuatnya jalan kaki 20 menit, jalani aja dulu tapi secara rutin.Selain itu belajarlah untuk ada silent moment dimana hanya ada diri kita sendiri dan mungkin dibantu musik untuk relaksasi. Bisa juga dengan sholat dan dzikir bagi yang muslim. 



Alhamdullilah, sekarang aku sudah jauh membaik. Kuncinya harus ikhlas, sabar dan sadar dan tetap terus berolahraga dan menjaga pola hidup dan pola pikir. Semoga kalian yang masih berjuang dengan asam lambung dan juga minum obat psikiater bisa segera pulih dan lepas obat secepatnya. Amin. 

Wednesday, 28 June 2023

Mengenal Anxiety Disorder: Panic Attack

Hi Deears,

Libur panjang, waktunya untuk melakukan hobi: travelling dan menulis. Ya, sebagai seorang guru aku memang sulit meluangkan waktu untuk liburan panjang, karena selain mengajar aku punya usaha kursus yang kubangun sebelum pandemik bersama beberapa teman-teman guru di Jakarta. Jadi liburan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak libur kenaikan kelas. 

Seperti yang pernah kutulis di cerita aku sebelumnya yang bisa kalian baca disini:
https://deearsdiary.blogspot.com/2023/01/pengalaman-sakit-dan-kena-panic-attack.html  aku kena serangan panik yang dipicu rasa cemas karena asam lambung dengan gejala GERD yang tidak kunjung sembuh dari bulan January hingga pertengahan Maret. Dari bulan February aku konsultasi dengan psikiater tanpa berani meminum obat yang diresepkan. Aku berani minum obat di bulan April setelah 2x konsultasi dengan beliau. Sebelum kulanjutkan, yuk kita lihat dulu sebenarnya serangan panik itu apa sih dan apa yang bisa menyebabkannya. 

Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan adalah suatu penyakit medis yang sumbernya di otak kita. Dalam otak kita ini ada sebuah bagian otak yang hanya sebesar kacang almond. Fungsinya adalah mengatur emosi dan ingatan yang berhubungan dengan rasa takut dan bahagia, sehingga organ ini berperan dalam pembentukan tingkah laku, emosi dan memori. Organ ini terletak di bagian lobus temporalis otak besar yang berada di tengah otak. Mari kita lihat lebih detail tentang fungsi amigdala ini:

1. Membentuk Memori

Fungsi amigdala yang pertama adalah memberikan rasa emosi pada sebuah memori sehingga kenangan tersebut dapat tersimpan lama. Letaknya yang berdekatan dengan hippocampus membuat keduanya bekerja sama dalam menjalankan fungsi ini. Memori yang bertahan lebih lama biasanya adalah hal-hal yang bahagia atau justru suatu hal yang sangat traumatis sehingga sulit dilupakan.

2. Keterampilan Sosial

Berdasarkan sebuah study yang dimuat dalam jurnal Neurolmage, dijelaskan bahwa amigdala berfungsi memproses respon ancaman dan hubungan sosial seseorang. Amigdala juga dapat memberikan rasa percaya terhadap seseorang. Fungsinya ini juga berkaitan dengan ingatan. Jadi, kita biasanya akan lebih percaya pada seseorang yang sudah sering kita lihat daripada orang yang baru kita kenal.

3. Menghadapi Ancaman

Amigdala terhubung dengan beberapa bagian lainnya di otak, sehingga organ ini bisa mendapatkan informasi kognitif dan bereaksi terhadap suatu keadaan. Organ ini akan aktif saat tubuh melakukan fight-or-flight. Respon tersebut dilakukan saat tubuh dihadapkan dengan situasi yang mengancam dan membutuhkan reaksi menyerang atau menyelematkan diri. Menurut Dr. Andri SPKJ di dalam salah satu channel youtube nya: peran amigdala dalam respon fight-or-flight dengan mengirim sinyal atau informasi ke bagian otak lain untuk bersiap terhadap suatu ancaman. Informasi dikirim ke hipotalamus, sehingga hipotalamus dapat mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin. Hormon - hormon inilah yang memengaruhi fungsi fisiologis pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah. Karena itu ketika kita tubuh kita merasa terancam, napas atau detak jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.

Anxiety Disorder pun banyak macamnya, salah satunya adalah panic disorder atau gangguan panik yang sedang aku alami. Perlu diketahui bahwa gangguan kecemasan ini adalah gangguan medis yang oleh sebab itu pengobatannya dicover oleh BPJS dan asuransi, berbeda dengan gangguan mental lainnya. Sebabnya pun macam - macam, bahkan bisa karena faktor genetik.

Kembali ke ceritaku, pada awalnya aku tidak berani minum obat dari psikiater karena takut dengan efek ketergantungan meski dosis yang diberikan adalah dosis paling kecil. Apa saja sih terjadi ketika gangguan panik itu datang? Well, karena pemicunya adalah trauma pada saat serangan asam lambung, dimana kejadiannya pada dini hari, dalam kondisi AC menyala dan aku terbangun menggigil kedinginan dengan mata berkunang - kunang, jantung berdebar dan nafas pendek sehingga dilarikan ke IGD, maka ketika aku dalam kondisi kelelahan atau terlalu lama di ruangan ber AC dan kedinginan, tubuh dan pikiranku seolah ditarik kembali ke malam traumatis itu. Tentu tubuhku akan mengalami gejala yang sama juga, jantung berdebar, nafas pendek, seperti mau pingsan. Hal ini makin menjadi buruk bila aku salah makan dan lambung menjadi sakit. Karena itu aku sempat berada dalam fase takut makan sehingga tadinya aku mengira bahwa ini adalah post-traumatic disorderTapi pada kenyataannya, aku tidak takut berada diruangan ber AC bahkan masih tidur dengan AC, yang berarti aku tidak ada trauma. Dokter kemudian mendiagnosa aku dengan gangguan kecemasan-panik dengan sebab yang masih kucari sampai sekarang bersama dengan bimbingan dokter. Memang biasanya pasien dengan gangguan panik ini sebabnya sulit diketahui, hanya dalam kasus aku memang pemicunya adalah ketakutan mau pingsan atau mau mati karena memang belum pernah kena sakit berat. 

Selama bulan January - pertengahan Maret, Dokter Internis memberikan aku pil penenang bersama dengan obat lambung agar aku bisa makan dan tidur di malam hari. Waktu itu aku justru hampir tidak pernah kena serangan panik, karena itu obat dari psikiater tidak aku minum. Sampai akhirnya aku diminta untuk endoscopy dan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap. Tapi, baru seminggu ditangani dokter disitu dengan hanya mengganti obat golongan PPI nya, ternyata lambungku membaik, sehingga rencana endoscopy dibatalkan. Sebelumnya, aku melakukan EKG, tes darah, USG dan CT scan whole abdomen. Aku konsultasi ke bagian jantung, urologi dan obsgyn dan semua tak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena itu dokter internis memintaku untuk kembali konsultasi dengan psikiater secara rutin, meskipun memang sebab lambungku sakit adalah konsumsi obat pereda nyeri selama 3 minggu karena aku sempat keseleo pangggul di bulan Desember 2022. Saran beliau cuma satu: tidak perlu takut kehilangan berat badan karena aku memang harus jaga pola makan dan diet juga olahraga 150 menit/minggu. Tiga bulan itu aku kehilangan 10 kg, dari 82kg menjadi 72kg dan sampai hari ini berat badanku 65kg. Tapi aku tidak khawatir karena aku sudah paham dengan apa yang aku lakukan dan aku minum banyak vitamin dan suplemen.

Psikiater selalu mengatakan bahwa akan sulit untuk sembuh bila aku tidak bisa memahami penyebab gangguan panik ini. Karena itu beliau meminta aku banyak bercerita tentang masa kecil, tentang keluarga, hubungan dengan teman kerja dan pasangan, gaya hidup dan sifat dasarku. Dari situ dokter mengatakan bahwa aku termasuk orang yang perfeksionis, detail dan tipe yang selalu mendapatkan apa yang aku mau. Beliau bilang orang perfeksionis kalau bekerja biasanya berharap segalanya sempurna sehingga ketika ada yang tidak pada tempatnya maka akan menjadi sebuah hal yang menjadi beban untuk pikirannya, karena dia merasa gagal. Dari situ aku belajar bahwa di dunia ini banyak hal yang memang tidak bisa kita kendalikan dan kita harus menjalaninya dengan ikhlas, sabar dan sadar. Banyak psikiater mengatakan hal yang sama pada pasien - pasiennya. Penyakit dan rasa kehilangan, rasa stress, bukan hanya aku yang mengalaminya. Banyak pasien asam lambung yang kulihat lebih parah tetapi mereka bisa mengatur perasaan mereka sehingga mereka tidak mengalami gangguan kecemasan. 

Saat ini aku hanya diberikan dua macam obat golongan benzodiazepine untuk membantu tidur. Sebetulnya satu obat harus diminum di siang hari, tapi atas ijin dokter aku minum bila perlu saja karena efeknya sedikit membuat lemas, sementara aku harus bekerja. Dokter bilang aku tidak perlu sedikit sedikit khawatir pada kesehatan aku (sekarang tekanan bola mataku sedang tinggi dan sedang dalam pengobatan juga satu bulan terakhir ini), karena bila overthinking maka nanti paniknya kambuh. Kalau kambuh rasanya bagaimana? Rasanya bangun tidur tidak nyaman, seperti gelisah tanpa sebab, malam hari sendirian dirumah tidak berani (panggil mbak untuk menemani bila suami sedang keluar negeri), tangan dan kaki berkeringat. Lalu kalau sudah begitu aku akan melakukan olah nafas dan tapping practice. Biasanya paniknya tidak jadi muncul. 


Aku masih aktif bekerja tanpa gangguan karena pekerjaan justru menjadi sebuah pengalihan. Kuncinya hanya satu, aku harus paham kapan harus istirahat agar tidak kelelahan. Pekerjaan mengajar online di sore hari banyak yang sudah kudelegasikan ke guru lain. Mengajar online di sebuah akademi pariwisata dan sekolah penerbangan pun sudah kutinggalkan. Akupun masih kuliah satu semester lagi. Jadi kesimpulannya, otakku ini overloaded, sehingga kehilangan keseimbangan dimana memang perlu dibantu obat dulu. 

Hasilnya setelah 2 bulan rutin minum obat, aku mulai bisa nyenyak tidur dan lebih relax meskipun kadang-kadang masih terganggu mimpi yang tidak jelas. Ketika bangun meski kadang masih ada rasa gelisah tapi aku sudah bisa menyambut hari dengan semangat. Memang setelah jam 3 sore semua otot tubuhku mulai lelah dan kaku (mungkin karena aku tidak minum satu obat itu), tetapi so far aku masih tahu bagaimana mengatasinya. Aku bersyukur masih bisa berfungsi normal secara sosial dan profesional, karena banyak pasien cemas yang pada akhirnya tidak bisa memahami kondisinya dan jatuh dalam depresi. Depresi adalah keadaan dimana pasien tidak bisa produktif lagi karena menarik diri dari lingkungan sosial dan lebih suka berada di dalam kamar. Tentunya, aku tidak mau jatuh dalam kondisi seperti itu. Karena itu aku banyak mengedukasi diri sendiri tentang anxiety-panic disorder melalui sumber seperti dokter atupun melalui sumber terpercaya di internet dan youtube. 

Sekarang kegiatan rutin aku di pagi atau sore hari adalah olahraga ringan seperti berdansa bachata, belly dance atau latihan otot dengan beban ringan, banyak melakukan hobi dan mengatur pola makan dan pikiran. Kalau dulu capek tetep ngotot menyelesaikan pekerjaan, sekarang aku mencoba untuk mempunyai sifat masa bodoh dalam artian positif, termasuk masa bodoh dengan hal-hal yang memang tidak perlu dibahas dan dipikirkan. Sistem saraf pusatku sedang terganggu sampai ketika mau tidurpun pikiranku bisa loncat kesana kemari, karena itu diberikan obat agar kembali seimbang. Tapi tentunya kita tidak mau selamanya bergantung sama obat kan? Jadi untuk kalian penderita anxiety, tetap berusahalah untuk mengatur pikiran dengan latihan relaksasi dan pola hidup sehat. Semoga ceritaku ini bisa menambah wawasan tentang anxiety disorder dan juga memberikan semangat pada penderita anxiety dimana saja. Jangan lupa banyak jalan - jalan ya.  Semuanya butuh proses yang berbeda - beda pada setiap orang. Semangat sembuh dan sehat kembali. 😘😘

x.o.x.o
Dee

Sumber: 

https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/anxiety-disorder
https://lifestyle.kompas.com/read/2023/02/24/063000120/mengenal-anxiety-disorder-dan-jenis-jenisnya?page=all


https://www.youtube.com/watch?v=ZjpwDB88NRg&t=92s

https://www.youtube.com/watch?v=o3HhaHO4dG8


Tuesday, 10 January 2023

Asam Lambung: Pengalaman Sakit dan Kena Panic Attack

 Hi Deears,

Selamat tahun baru untuk kita semua. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kebaikan dan keberuntungan untuk kita semua. Amin. 

Dua tahun berturut - turut biasanya aku menulis resolusi tahun baru, tetapi tahun ini aku tidak menuliskannya karena aku punya hal lain yang ingin kubagi di blog ini. Aku yakin banyak dari kalian yang mengalami hal yang sama. Asam lambung aku naik (ketika menulis blog ini, aku belum ke dokter internis jadi aku tidak tahu apa sudah masuk kategori GERD atau belum), yang parahnya ternyata dibarengi dengan panic attack dimana seumur - umur baru kali itu aku merasakannya.

Jadi begini ceritanya. Tanggal 12 Desember 2022 ototku panggulku terkilir karena mengangkat meja - meja di kelas untuk mempersiapkan acara di kelas (balada seorag gurulah ya 😅😅). Sakit itu tidak kurasakan sampai dua hari kemudian ketika membungkuk untuk mencuci baju tiba - tiba ketika berdiri aku merasakan rasa sakit yang luar biasa.  Rasa sakit kurasakan mulai dari punggung, pinggang, panggul dan paha sebelah kanan. Aku bahkan harus merintih kesakitan setiap tidur. Karena posisi apapun terasa salah. dari rebah kemudian bangun dan sebaliknya, sakit luar biasa terutama di bagian punggung. Sehingga akupun pijat ke ahli urat. Kemudian bagian nyeri di punggung hilang. Tersisa nyeri pinggang, panggul dan paha dimana kemudian aku memutuskan ke dokter spesialis syaraf. Dokter tidak menyarankan X-Ray karena menurut beliau ini hanya otot ketarik. Aku diresepkan obat pereda nyeri (diclofenac) dan vitamin syaraf. 

Sakitku ini bertepatan dengan liburan panjang setelahnya. Sehingga dengan nyeri yang masih bisa kutahan dengan minum obat - obatan itu, terbanglah aku kesana kemari untuk liburan bersama keluarga. Ketika di Jogja, aku menyempatkan untuk ke dokter spesialis syaraf juga. Yang ternyata diberikan obat yang sama: pereda nyeri (diclofenac) dan juga vitamin syaraf. Ketika obat habis akupun mengkonsumsi obat pereda nyeri yang lain dalam dosis yang lebih tinggi (Vol****n). Hari pertama aku konsumsi 100mg 1x sehari. Paginya hingga dua hari berikutnya nyeriku hilang. Ketika nyeri muncul lagi, aku konsusmsi 100mg tapi kubagi 2x minum. Paginya aku kurangi dosis menjadi 25mg dan hanya minum di pagi hari. Jam 7 malam aku konsumsi obat penurun kolesterol (sim*******n) 10mg yang dijual bebas. Kemudian terjadilah hal yang menakutkan itu. 

Posisiku sudah kembali dari liburan panjang termasuk liburan tahun baru. Jadi aku sudah ada dirumah. Tengah malah aku kebangun seperti biasa untuk pipis. Hanya saja ketika aku berdiri aku merasa lemaaassss seperti tak punya tulang. Ketika menyentuh air tiba - tiba jadi makin lemas dan menggigil, diikuti sulit bicara karena mulut seperti kaku dan nafas pendek - pendek, dan pandangan kabur seperti mau pingsan. Mungkin jantungku juga berdebar kencang. Entah. Aku tidak kepikiran meraba dadaku. Yang jelas saat itu aku langsung duduk dan minta suami memberi minyak kayu putih di sekujur tubuh sambil meminta dia bersiap untuk membawaku ke IGD. Untung rumah sakitnya dekat. Selama perjalanan itu aku hanya bisa berdoa agar tetap sadar sampai IGD. 

Sampai di IGD, dokter mengajakku becanda agar aku tidak panik. Beliau merekam jantungku (EKG) dan juga mengambil darahku untuk tes kolesterol dll. Selama menunggu hasilnya, aku akhirnya bisa mengeluarkan tangis yang tadinya kutahan karena takut nafasku makin sesak. Bagaimana tidak menangis, karena aku tidak menunjukkan gejala sakit berat apapun bahkan aku bahagia - bahagia aja menikmati hidup. Satu - satunya masalahku hanyalah naik berat badan hingga 15 kg (yang ternyata ini menjadi salah satu masalah kesehatanku).

Ketika hasilnya keluar aku jadi tenang karena semuanya normal. Kolesterol juga normal (mungkin karena aku minum obat penurun kolesterol sebelum tidur). Dokter bilang asam lambungku naik dipicu stress dan kurang tidur. Beliau tidak memakai istilah GERD. Mungkin karena aku tidak merasa dada panas, tidak ada sakit tenggorokan atau batuk, hanya sedikit mual saja. Hanya saja beliau menyarankan aku untuk kosultasi pada ahli spesialis dalam. 

Kemudian masalah lain muncul, karena aku menjadi trauma takut terjadi lagi kejadian malam itu: takut sesak nafas, takut pingsan dan takut mati. Akupun mulai share dengan beberapa orang yang pernah mengalami GERD dan google. Ternyata dari sakit fisik memang yang paling menakutkan adalah bagian psikosomatisnya. Apalagi sejak kena covid aku merasa bernafas kok kurang lega. Masalah yang lainnya adalah kesulitan BAB. Efek dari obat lambung ternyata membuat BAB ku menjadi keras. Tapi alhamdullilah setelah dua hari mulai lancar kembali. Aku tidak meminum obat apapun lagi kecuali obat lambung saja. Takut kebanyakan obat dan kerja lambung jadi berat.

Saat ini aku berjuang mengatasi kecemasan dimana panic attack itu bisa datang kapan saja dan tiba - tiba. Kemaren aku belanja di indomart dan tiba - tiba pandangan mulai goyang - goyang. Langsung aku minta minyak kayu putih dan mulai atur nafas. Aku merasa sedikit down saat ini karena kecemasan ini menjadikan tubuh aku jadi lemas dan performa kerjaku terganggu. Aku tinggal hanya berdua dengan suami, dan mulai khawatir jika suami sedang terbang maka aku hanya sendirian di rumah. Aku harus bisa mengatasi rasa cemas ini. Untuk kalian semua yang punya masalah yang sama, yuk mari tetep semangat menghadapi rasa cemas kita. Lain kali aku akan share hal - hal yang kudapat dari internet mengenai GERD dan anxiety ini. Tapi saat ini mungkin kalian bisa cek youtube channel nya Siska Valentina https://www.youtube.com/@SiskaValentina  Siska ini seorang penderita GERD dan anxiety yang banyak berbagi tentang perjalanan dan tipsnya menghadapi penyakit itu.

Jangan lupa untuk menerapkan 3P dalam dirimu: Pola Pikir, Pola Makan dan Pola Hidup yang sehat. Jangan lupa BAHAGIA 😻

Tetap Semangat ya..

x.o.x.o
Dee



Wednesday, 28 December 2022

NGELI NING ORA KELI: Prinsip Hidup Perempuan Berkelas




Hi Deears,

Menulis itu memang candu! Terakhir kali menulis adalah pada akhir tahun 2022. Selama bekerja di tempat yang baru ini, memang saya sama sekali tidak punya waktu untuk menyalurkan hobi menulis karena kesibukan yang luar biasa. Kebetulan saat ini saya sedang dalam liburan, jadi sambil nge - trip jalan - jalan ke beberapa tempat, saya sempatkan menuangkan sebuah wawasan tentang prinsip hidup yang sudah seharusnya menjadi pegangan setiap manusia di dunia ini.

Judul di atas saya tulis dalam bahasa Jawa. Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli. Sebuah falsafah Jawa yang artinya adalah menyesuaikan mengalirnya air, sengaja mengikuti arus tetapi tidak terbawa arus. Sebuah filosofi yang artinya cukup dalam. Filosofi ini didasari pada ajaran Islam dimana sebagai umat Islam yang baik diharapkan bisa mengikuti arus perkembangan jaman tanpa menjadi terlena di dalamnya. Perkembangan teknologi di dunia global telah membuat banyak kemudahan bagi kita untuk mengakses segala informasi. Sebegitu mudahnya sehingga ujung jari kita terkadang mengetuk tombol "share" tanpa memvalidasi kebenaran informasi tersebut. Mereka yang mudah terbawa arus biasanya akan menjadi korban dari ke-tidak-sahih-an  informasi tersebut. Tidak sedikit dari kita yang kurang bisa menempatkan diri di lingkungan sosial dan akhirnya kehilangan jati dirinya karena mengikuti arus yang belum tentu sesuai dengan kemampuannya atau hanya demi sebuah pujian, bahkan menghalalkan segala cara untuk meraih sebuah pengakuan termasuk menebarkan gosip atau hoax yang menjatuhkan sesama.

Saya mau membahas bagaimana menjadi perempuan yang punya value di tengah serbuan teknologi dan informasi tersebut yang kemudian berimbas pada perubahan pola pikir, cara pandang dan gaya hidup seseorang. Kehormatan dan harga diri terkadang menjadi hal yang sengaja di lupakan oleh perempuan di jaman yang semakin edan ini. Lalu bagaimana caranya menjadi perempuan elegan atau berkelas yang tau menempatkan diri dan bersikap serta tetap memegang teguh prinsip hidupnya meskipun bergaul bersama dengan banyak macam orang dan dalam berbagai macam situasi? Berikut opini dari saya: 

1. Menjaga Harga Diri dan Martabat

Perempuan yang berkelas tidak akan pernah merendahkan dirinya di depan orang lain; mau itu bawahannya, atasannya, koleganya atau bahkan pasangannya sendiri. Bukan berarti bahwa perempuan berkelas itu pantang minta maaf atau mengakui kesalahannya, tetapi dia tahu bagaimana menghadapi konfrontasi dan menyikapinya dengan dewasa. Seorang perempuan berkelas tahu bagaimana meminta maaf tanpa kehilangan martabatnya. 

2. Melakukan Semua Hal dengan Sepenuh Hati

Perempuan berkelas tidak mudah menyerah. Mereka mempunyai daya saing yang cukup tinggi dan siap berkompetisi secara sehat, bukan dengan menjegal atau menjatuhkan orang lain. Mereka paham bahwa ketika mereka melakukan segala hal dengan sepenuh hati, maka mereka akan mendapatkan buah yang manis. Karena itu, mereka selalu bekerja dengan efektif dan efisien sehingga kebanyakan dianggap kurang mampu bersosialisasi. Padahal, berdasarkan riset, perempuan berkelas justru para tukang pesta dan ratu gathering di waktu senggangnya. Mereka menunjukkan bahwa mereka mau dan mampu melakukan hal - hal yang dianggap sulit oleh orang lain. Sehingga, perempuan berkelas tidak mudah disepelekan oleh orang lain dan tidak mudah berkecil hati hanya karena gosip. 

3. Pandai Mengontrol Emosi

Perempuan berkelas tidak mengumbar emosinya dan belajar untuk memperlihatkan raut muka datar tanpa ekspresi meskipun dalam hatinya penuh gejolak. Mereka paham bagaimana mencari tahu duduk persoalannya dan paham mana yang perlu di cuekin dan mana yang perlu di bicarakan lebih lanjut. Mereka akan memilih pergi ketika tahu emosinya sudah tidak terkendali dan akan kembali ketika sudah bisa mengontrol emosinya.

4. Tidak Memperebutkan Cinta

Perempuan berkelas adalah mereka yang tahu kapasitasnya untuk dicintai lelakinya, sehingga dia tidak akan pernah merasa insecure dengan kehadiran perempuan lain. Mereka tahu mereka layak dicintai dan bahwa lelakinya tidak akan pergi. Berebut cinta justru akan membuat seorang perempuan menjadi "murahan" apalagi cinta lelaki milik orang lain. Seorang perempuan yang berkelas tahu bahwa dia layak mendapatkan perlakuan istimewa karena dia adalah someone special. Bila cinta tak berbalas maka mereka tahu kapan harus mundur dengan penuh martabat.

Itulah beberapa cara menjadi perempuan berkelas. Menjadi perempuan berkelas tidak melulu berhubungan dengan latar belakang pendidikan, karena semua bermuara pada pembelajaran dalam pergaulan, yang kemudian membentuk pola pikir dan sikap.

Jadi kita boleh saja mengikuti pergaulan tapi ingat jangan terbawa arus yang negatif, yang berlawanan dengan prinsip sebagai individu yang bermartabat.

Selamat mencoba menjadi perempuan mandiri yang bahagia lahir dan batin untuk generasi yang lebih baik. 

x.o.x.o
LovelyDee
281222



Saturday, 7 May 2022

Tersenyum dari Pikiran, Hati dan Bibir: Bukan Karena SKSD

Hello Deears,

Lama nggak menyapa rasanya gimana gitu ya? Well....menyapa itu memang hal yang sepele tapi ternyata memberikan arti yang sangat besar dalam sebuah hubungan di berbagai macam situasi dan kondisi. Apalagi dalam menyapa itu kita harus tersenyum. Senyum yang bukan hanya di muka saja tetapi juga dari hati. 

Bicara soal sapa menyapa ini saya jadi ingat beberapa kejadian yang pernah saya alami beberapa tahun lampau. Jadi waktu itu, saya adalah orang baru di sebuah dance community. Well...yes, saya hobi dansa. Meskipun bukan expert tapi saya bisa sedikit menari Belly Dance, Bachata, dan Salsa. Masih coba - coba belajar Kizomba yang ternyata tidak semudah seperti yang terlihat sih 😅

Di awal pertemuan saya dengan mudah bersosialisasi dengan tiga anggota lain karena memang saya sudah kenal mereka sebelumnya, meskipun kami berkomunikasi lebih sering melalui what's app daripada bertemu muka karena tak lama kemudian ada pandemik. Baru - baru ini, saya mendapat undangan dari mereka untuk gathering sekaligus berbuka bersama di sebuah hotel. Saya pun janjian berangkat bersama dengan seorang anggota lain yang cukup sering ngobrol dengan saya. 

Sesampainya disana, saya agak terkejut melihat orang - orang terkesan berkumpul di beberapa spots dengan yang saya sebut 'gank' masing - masing,  instead of berbaur. Sementara saya hanya duduk berempat dengan teman saya itu, berhubung kita anggota baru dan tidak terlalu kenal dengan anggota lainnya. Saya mencoba menyapa salah satu dari 'spot' tersebut dan mengajak mereka untuk berbaur ke depan agar bisa kenal dengan semua orang. Tetapi ternyata ajakan saya di tolak. Well, at least saya sudah berusaha ya. 😁😀 Saya berusaha menerapkan aturan etika bersosialisasi yang pernah saya baca. Yang terjadi kemudian adalah akward moment karena semua orang sibuk dengan kelompoknya sendiri - sendiri. Sepertinya sang host yang adalah seorang penari expat, menyadari adanya gap ini. Dia menyapa saya dan sedikit bercakap - cakap dengan saya (terharu banget rasanya disapa sama penari kondang 🥲). Dia kemudian meminta MC untuk membuat game dimana setiap tamu harus duduk dengan mereka yang baju atau tas atau sepatu berwarna sama. Mungkin agak tidak tepat yah karena ini bukan acara team bonding 😅😅, tapi saya paham bahwa tidak ada yang lebih akward dan menyedihkan bagi host atau tuan rumah daripada melihat tamu - tamunya tidak berbaur.  

Ternyata cara tersebut cukup berhasil dan yang tadinya canggung pun mulai saling sapa. Well, the art of conversation itu memang tidak mudah untuk dipraktekkan, tetapi dengan semakin kita berusaha mengenal orang lain diluar zona nyaman kita, semakin kita pun bisa menambah ilmu tentang bersosialisasi secara langsung. Tentunya kita memang tidak bisa memaksakan dengan siapa orang akan merasa lebih nyaman ngobrol. Karena itu kita sendiri harus memastikan bahwa kita tidak menjadi teman bicara yang membosankan dan yang paling penting saling menjaga etika saja, karena ini adalah acara gathering dimana tentunya semua diharapkan berpatisipasi untuk mewujudkan sebuah acara yang akrab dan hangat. 

Let's try to be a nice person by giving our smile from our heart and lips and mind. 💋😘

XoXo
Dee


Another Year, Another Resolution

Hi...Deears.. How do you end this year? I wish you end it with a grateful heart 😊  Everyone for sure has problems, obstacles in their life....